
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. (Dok. Kementerian Investasi)
JawaPos.com – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang membuahkan hasil signifikan. Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi baru senilai USD 23,6 miliar atau setara sekitar Rp 380 triliun.
Komitmen tersebut memperkuat tren positif investasi Jepang di Indonesia yang sepanjang periode 2021–2025, realisasi investasinya tercatat mencapai USD 17,1 miliar dengan rata-rata pertumbuhan 13,2 persen. Investasi itu juga menyerap 278.887 tenaga kerja dan menempatkan Jepang sebagai investor terbesar kelima di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebut, tambahan komitmen investasi tersebut akan berdampak luas bagi perekonomian nasional.
“Di Jepang kita berhasil mendapatkan komitmen investasi kurang lebih USD 23,6 miliar. Jadi pada intinya, investasi itu akan terus berjalan dan akan memberikan dampak yang positif pada perekonomian nasional,” kata Rosan dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menggelar pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Jepang. Presiden Prabowo menegaskan, hubungan ekonomi Indonesia–Jepang yang telah terjalin lama memiliki peran penting, termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional sejak era 1960-an.
Baca Juga:Auriga: Deforestasi Hutan Melonjak capai 433.751 Ha pada 2025, Program Prabowo jadi Biang Kerok
Pada momen itu, Rosan menyebut, pemerintah juga menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha Jepang terkait iklim investasi di Tanah Air. Sejumlah perusahaan Jepang menyampaikan komitmen pengembangan proyek strategis di berbagai sektor.
Tokyo Gas, misalnya, menjalin kerja sama dengan PLN untuk mempercepat proyek gasifikasi pembangkit listrik di Indonesia Timur berbasis LNG yang lebih ramah lingkungan.
Kemudian Mitsui & Co. melanjutkan kontribusinya di berbagai proyek besar, mulai dari pembangkit listrik Paiton, proyek pupuk dan amonia bersama PT Pupuk Indonesia, hingga dukungan pada pengembangan MRT Jakarta dan proyek LNG Tangguh.
Ke depan, perusahaan ini juga membidik sektor ekonomi digital, real estate, ritel, dan makanan. Di sektor otomotif, Toyota Motor Corporation menegaskan komitmennya melalui strategi “multiple pathway” dengan pengembangan kendaraan ramah lingkungan, seperti LCGC, hybrid EV, baterai EV, hingga mesin berbahan bakar campuran E10 dan E20. Selama lebih dari lima dekade berinvestasi di Indonesia, Toyota telah mendukung penyerapan sekitar 360 ribu tenaga kerja dari 1.700 perusahaan dalam rantai pasok.
Sementara itu, Itochu Corporation terlibat dalam proyek pembangkit listrik 2 GW di Jawa Tengah dan proyek geothermal Sarulla berkapasitas 300 MW. Perusahaan membutuhkan dukungan Pemerintah terkait peningkatan kapasitas sehingga ke depan berpotensi untuk perluasan proyek geothermal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
