
Ilustrasi kepadatan lalu lintas di GT Warugunung saat arus balik Lebaran 2026, sebanyak 346 ribu kendaraan keluar dari Surabaya. (Humas Jasamarga Tol Sumo)
JawaPos.com - Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa total volume lalu lintas yang masuk ke Jabotabek pada periode 11-26 Maret 2026 mencapai 2.357.203 kendaraan.
Angka tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas melalui empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), serta GT Ciawi (arah Puncak).
Menurutnya, jumlah tersebut telah mencapai 69,45 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan akan kembali ke Jabotabek sepanjang periode 11–31 Maret 2026.
Jika dilihat dari arah kedatangan, arus balik didominasi kendaraan dari wilayah timur, yakni Trans Jawa dan Bandung, dengan total 1.071.678 kendaraan atau 45,5 persen. Sementara itu, dari arah barat (Merak) tercatat 715.045 kendaraan atau 30,3 persen, dan dari arah selatan (Puncak) sebanyak 570.480 kendaraan atau 24,2 persen.
Secara rinci, kendaraan dari Trans Jawa yang melintasi GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 559.529 unit, meningkat 26,6 persen dibandingkan kondisi normal. Sedangkan dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 512.149 kendaraan, naik 2,3 persen dari normal. Secara total, arus dari timur mengalami kenaikan 13,7 persen.
Untuk arah barat, kendaraan yang masuk melalui GT Cikupa tercatat 715.045 unit, sedikit menurun 2,8 persen dari kondisi normal. Adapun dari arah selatan melalui GT Ciawi mencapai 570.480 kendaraan, meningkat 1,9 persen.
Pada puncak arus balik H+5 Lebaran atau Kamis, 26 Maret 2026, volume kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 192.122 unit, atau naik 43,1 persen dibandingkan lalu lintas normal yang sebesar 134.273 kendaraan. Lonjakan tertinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan total 68.244 kendaraan, meningkat signifikan hingga 162,7 persen.
Rivan menuturkan bahwa potensi kepadatan lalu lintas tidak hanya dipicu oleh tingginya volume kendaraan, tetapi juga aktivitas pengguna di rest area. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang baik, termasuk memanfaatkan rest area alternatif di luar jalan tol serta memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi Travoy secara real time.
“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang Ruas Tol Trans Jawa , mulai dari Jalan Tol Semarang-Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 72, dan berada tidak jauh dari akses gerbang tol sehingga tetap mudah dijangkau oleh pengguna jalan, setelah beristirahat, pengguna jalan dapat Kembali melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan,” Ujar Rivan dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Ia juga menyarankan pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group guna mengurai kepadatan, khususnya pada periode 28-29 Maret 2026 yang diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
