
Dokter muda berinisial AMW meninggal akibat penyakit campak. (LinkedIn/ anditomohammadwibisono)
JawaPos.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Made Setiawan menyatakan belum bisa memastikan penyebab meninggalnya seorang dokter muda berinisial AMW, 26, yang disebut terkait penyakit campak.
Sebab, ia menyebut bahwa sampel serum darah AMW masih dalam proses pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat di Bandung.
“Kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah di Labkesda Bandung, kalau sudah keluar baru kita dapat pastikan penyebab meninggalnya dokter AMW,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (28/4).
AMW diketahui merupakan lulusan Universitas Indonesia yang tengah menjalani program internship di RSUD Pagelaran selama sekitar satu bulan terakhir. Sebelumnya, ia juga sempat bertugas di puskesmas.
Dinkes Cianjur juga telah melakukan langkah antisipasi dengan memeriksa kondisi kesehatan keluarga dan orang-orang yang sempat melakukan kontak langsung dengan AMW.
“Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan penelusuran terhadap keluarga dan orang yang kontak langsung dengan almarhum sebelum meninggal, guna memastikan kondisi kesehatan mereka,” kata Made.
Baca Juga:Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Tiongkok Chen Yixin, Dorong Kerja Sama Stabilitas Kawasan
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan bersama pihak terkait dijadwalkan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk menelusuri lebih lanjut kasus tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebutkan bahwa AMW sebelumnya mengalami gejala seperti demam, ruam merah, hingga sesak napas berat. Berdasarkan investigasi awal, kondisi tersebut mengarah pada campak dengan komplikasi pneumonia.
Pihak rumah sakit telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur pada 26 Maret 2026. Namun, meskipun telah dilakukan upaya maksimal, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kemenkes juga akan melakukan pelacakan kontak erat, mencari sumber penularan, serta melakukan penilaian risiko guna mencegah penyebaran lebih luas. Pemberian vitamin A juga dilakukan sebagai langkah pencegahan tambahan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap campak. Kemenkes menegaskan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat berisiko fatal pada orang dewasa, terutama yang belum mendapatkan imunisasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
