
Mabes TNI menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman air keras terhadap WakilKoordinator KontraS Andrie Yunus pada Rabu (18/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo pascakasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi perhatian publik. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk akuntabilitas dan tanggung jawab kepemimpinan dalam penanganan kasus yang melibatkan oknum aparat.
Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo dalam keterangan tertulisnya menilai, penyerahan jabatan tersebut mencerminkan praktik kepemimpinan yang menempatkan tanggung jawab institusional sebagai prioritas. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa pimpinan turut bertanggung jawab atas persoalan yang menjadi sorotan publik.
"Apa pun istilahnya, baik itu penyerahan jabatan atau pengunduran diri, menurut saya ini langkah tegas dan harus diapresiasi,” ujar Karyono
Karyono menyebut langkah tersebut dapat menjadi referensi bagi institusi lain dalam menangani kasus yang melibatkan aparat, terutama yang berdampak luas terhadap masyarakat. Ia menekankan bahwa akuntabilitas dan penegakan hukum yang konsisten berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik.
“Ini yang jarang terjadi. Penyerahan jabatan ini bisa menjadi contoh bagi institusi lain untuk bersikap sama, terutama dalam kasus-kasus yang menjadi sorotan publik, seperti pelindasan ojek online atau penembakan warga yang tidak bersalah hingga menimbulkan korban jiwa, tragedi Kanjuruhan yang dianggap publik tak kunjung ada pertanggung jawaban,” kata Karyono.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa penyerahan jabatan Kabais merupakan bagian dari pertanggungjawaban institusi dalam merespons kasus tersebut. TNI juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum oleh prajurit sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk diketahui, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat prajurit BAIS TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES sebagai terduga pelaku. Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto memastikan bahwa seluruh terduga pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif.
Penanganan kasus ini diharapkan berjalan transparan dan tuntas melalui proses hukum, sekaligus memperkuat prinsip akuntabilitas dan penegakan hukum di lingkungan institusi negara.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
