Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Maret 2026, 23.45 WIB

BMKG Ungkap Kondisi Cuaca pada Periode Awal Mudik Lebaran, Relatif Aman tapi Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Ilustrasi hujan lebat (HO/ANTARA) - Image

Ilustrasi hujan lebat (HO/ANTARA)

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan informasi cuaca selama periode awal mudik Lebaran. Secara umum, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia relatif kondusif.

Meski demikian, pemudik tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” kata Faisal dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.

Kondisi tersebut, yang juga diikuti aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Menurut Andri, kondisi itu diperkuat oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta atmosfer yang cukup labil.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Pada sektor penerbangan, BMKG juga mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut," ujarnya.

Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, merekomendasikan pemudik dan masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore