Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Maret 2026, 06.59 WIB

BMKG Beri Peringatan: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Cek Wilayahmu!

Tangkapan layar Prakirawan BMKG Ranika Asti menyampaikan informasi cuaca yang dipantau melalui kanal YouTube BMKG di Jakarta, Rabu (21/1). (Tri Meilani Ameliya/Antara) - Image

Tangkapan layar Prakirawan BMKG Ranika Asti menyampaikan informasi cuaca yang dipantau melalui kanal YouTube BMKG di Jakarta, Rabu (21/1). (Tri Meilani Ameliya/Antara)

JawaPos.com - Indonesia bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis peringatan bahwa musim kemarau tahun 2026 akan tiba lebih awal dari biasanya.

Fenomena ini dipicu oleh berakhirnya fase La Nina Lemah pada Februari lalu. Saat ini, kondisi iklim telah bergeser ke fase Netral dan diprediksi berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun ini.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, pemantauan anomali iklim di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada di angka -0,28. Kondisi netral ini diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.

Namun, masyarakat diminta waspada mulai semester kedua. Ada peluang sebesar 50-60% munculnya El Nino kategori Lemah-Moderat yang bisa membuat udara terasa lebih gerah dan curah hujan berkurang drastis.

"Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," ujar Faisal dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3).

Daftar Wilayah yang Masuk Kemarau Mulai April

Perubahan arah angin dari Monsun Asia ke Monsun Australia menjadi sinyal kuat dimulainya masa kering. BMKG mencatat 114 Zona Musim (ZOM) akan mulai kering pada April 2026.

Wilayah yang terdampak awal meliputi:

  • Pesisir utara Jawa bagian barat.
  • Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
  • NTB dan NTT.
  • Sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan merinci bahwa 184 ZOM akan menyusul di bulan Mei, dan 163 ZOM pada Juni. Hampir separuh wilayah Indonesia mengalami kemarau yang "maju" dari jadwal biasanya.

"Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua," terangnya.

Puncak Kemarau Agustus 2026: Lebih Kering dan Lebih Lama

Jangan kaget jika bulan Agustus nanti terasa sangat menyengat. BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, mencakup 61,4% wilayah Indonesia.

Sifat kemarau tahun ini juga diproyeksikan Bawah Normal, artinya akan jauh lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 57,2% wilayah Indonesia bahkan akan merasakan durasi kemarau yang lebih panjang.

"Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya," tambah Faisal.

Langkah Antisipasi: Hemat Air dan Cegah Karhutla

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore