Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2026 | 00.17 WIB

Standar Pelayanan Minimal Belum Optimal, Rektor IPDN Minta Pemda Prioritaskan Hak Dasar Warga

Rektor IPDN Halilul Khairi. (Ilham Wancoko/Jawa Pos) - Image

Rektor IPDN Halilul Khairi. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN Halilul Khairi menilai pemenuhan Standar Pelayanan Minimal atau SPM di berbagai daerah masih belum maksimal. Padahal SPM merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah daerah bagi setiap warga negara.

Hal tersebut disampaikan Halilul Khairi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memastikan pelayanan dasar dapat diakses masyarakat secara merata.

Menurut Halilul, pemenuhan SPM harus menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah daerah. Bahkan pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk memenuhi standar pelayanan tersebut.

“Tujuan memenuhi SPM adalah memastikan pemenuhan hak-hak dasar warga negara secara merata dan berkualitas, mendukung Visi Indonesia Emas 2045,” kata Dr Halilul Khairi MSi saat diskusi di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa SPM mencakup beberapa komponen penting. Di antaranya jenis pelayanan, mutu pelayanan, serta kelompok masyarakat yang menjadi penerima layanan.

Penerapan SPM juga dipantau melalui evaluasi kinerja pemerintah daerah. Jika tidak dilaksanakan dengan baik, pemerintah daerah dapat dikenai sanksi administratif.

Namun menurut Halilul, masih banyak aparatur pemerintah daerah yang belum memahami sepenuhnya pentingnya SPM. Bahkan masyarakat sebagai penerima layanan juga belum banyak mengetahui hak tersebut.

“Saya belum melihat pemerintah melakukan sosialisasi di masyarakat atau adanya advokasi terhadap masyarakat agar melek hak-hak dasar sesuai SPM yang diterimanya sebagai warga,” kata Halilul.

Ia mencontohkan kondisi yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain dalam pemenuhan SPM. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Kota Surabaya hampir sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya.

Namun kondisi berbeda ditemukan di daerah lain seperti Lamongan. Di wilayah tersebut, pemenuhan layanan air bersih bagi masyarakat masih belum optimal.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore