
Ribuan pasukan dikerahkan untuk mengawal pemudik pulang kampung. Mereka bertugas dalam Operasi Ketupat 2026 mulai hari ini (13/3). (Polri)
JawaPos.com - Operasi Ketupat 2026 mulai berjalan hari ini (13/3). Untuk memastikan arus mudik lancar, Polri telah menyiapkan sejumlah strategi. Termasuk rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Trans Jawa. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa instansinya akan memberlakukan beberapa rekayasa lalu lintas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama beberapa instansi.
”Untuk mendukung Operasi Ketupat 2026, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan lebaran 2026,” kata Jenderal Sigit di Jakarta.
SKB tersebut mengatur beberapa hal. Termasuk pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan. Dia meminta SKB tersebut dilaksanakan dengan baik.
”Selanjutnya, guna menjaga kelancaran jalur penyeberangan akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first in first out,” ucap Sigit.
Dengan ketentuan tersebut, para pemudik yang menggunakan angkutan penyeberangan bakal mendapat tiket sesuai dengan waktu kedatangan di pelabuhan. Pemudik yang datang lebih dulu, bakal mendapat tiket penyeberangan lebih awal. Aturan itu diberlakukan agar tidak terjadi antrean panjang di area pelabuhan.
Tidak hanya rekayasa lalu lintas, Sigit memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bapokting serta Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mendapatkan perhatian. Pihaknya sudah melakukan monitoring ketersediaan pasokan, fluktuasi harga, dan memastikan distribusi kebutuhan tersebut terlaksana tanpa kendala dan berlangsung tepat waktu.
Sebelumnya, diberitakan bahwa memasuki periode mudik, Polri memulai Operasi Ketupat 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan oleh Polri untuk melaksanakan operasi tersebut. Selain personel dari Polri, turut terlibat pasukan dari TNI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya seperti pengelola jalan tol dan pelabuhan.
”Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan libur lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan,” kata Jenderal Sigit saat memberikan sambutan dalam apel tersebut.
Berdasar data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah total pemudik yang diperkirakan akan pulang kampung tahun ini mencapai angka 143,9 juta orang. Angkanya memang turun bila dibandingkan dengan jumlah pemudik tahun lalu sebanyak 146,4 juta orang. Namun demikian, Polri dan semua instansi terkait lain tetap mempersiapan diri dengan sebaik-baiknya.
”Terlebih lagi terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum hingga kebijakan work from anywhere,” ucap Sigit.
Merujuk hasil rapat koordinasi (rakor) lintas sektor, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menyampaikan bahwa puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Yakni puncak arus mudik pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Sementara, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
”Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan,” terang dia.
