
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat berbincang dengan awak media di Jakarta. (Biro Infohan Setjen Kemhan)
JawaPos.com - Beredar luas di media sosial ada keterlibatan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di balik pengadaan 105 ribu unit mobil piikap Mahindra Scorpio dari India. Atas kabar tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan tegas menyatakan tidak pernah ikut campur dalam pengadaan yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa kabar tersebut tidak benar sama sekali. Dia menyatakan, instansinya tidak terlibat dalam pengadaan ratusan ribu mobil tersebut. Menurut dia, Kemhan hanya pernah menerima hibah mobil serupa dari Agrinas.
"Jadi, tidak benar, sekali lagi, tidak benar bahwa (pengadaan) itu bagian daripada Kemhan, itu tidak ada. Nanti akan ada klarifikasi juga dari dirut Agrinas menyampaikan bahwa pada waktu itu, itu adalah proses hibah yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan untuk diteruskan kepada daerah bencana," kata Rico.
Hibah yang dimaksud oleh Rico dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana alam di Sumatera beberapa bulan lalu. Menurut Rico, Agrinas memberikan hibah pada Desember 2025. Hibah mobil itu diterima oleh Kemhan dan langsung disalurkan ke wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Jadi, empat mobil (Mahindra Scorpio) ini setelah diterimakan dari Agrinas melalui Mahindra, diterima oleh sekjen (Kemhan), kemudian diberikan kepada satuan-satuan yang sedang melakukan penanggulangan bencana di wilayah Sumatera," jelasnya.
Jenderal bintang satu TNI AD itu memastikan, hibah hanya dilakukan sekali. Seluruh mobil yang dihibahkan juga sudah dikirim ke daerah terdampak bencana. Mobil-mobil itu digunakan oleh TNI dalam distribusi logistik, bantuan obat-obatan, dan untuk pergerakan manusia. Di luar itu, Kemhan tidak tahu-menahu soal pengadaan mobil tersebut.
Sebelumnya diberitakan bahwa, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan kesiapan pihaknya untuk mematuhi arahan DPR terkait rencana penundaan impor kendaraan pikap dari India yang akan digunakan dalam operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta agar pemerintah menangguhkan terlebih dahulu rencana pemasukan sebanyak 105.000 unit mobil pikap asal India untuk kebutuhan Kopdes.
"Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat," kata Joao dikutip dari Antara pada Senin (23/2).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022