
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas (kanan) di kantor Muhammadiyah di Jakarta (4/6). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengingatkan elemen masyarakat agar tidak melakukan sweeping menjelang dan selama bulan Ramadhan.
Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadhan.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta untuk menjaga toleransi dan tidak melakukan aksi sweeping yang dapat mengganggu kekhusyukan beribadah.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Abbas menyikapi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang melarang aksi sweeping rumah makan selama Ramadan.
“Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweepingan, karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah menyosialisasikan dan memberi pengertian kepada rakyat dan masyarakat luas, tentang perlunya ada sikap saling hormat-menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain,” kata Anwar Abbas dalam keterangannya, Senin (16/2).
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan tercipta suasana saling menghormati di wilayah masing-masing, demi menjaga kekhusyukan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.
“Beberapa hari lagi umat Islam akan berpuasa sebulan penuh dalam bulan Ramadan. Umat Islam juga tidak perlu melakukan sweeping dan segala macamnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Anwar juga berharap pemda termasuk Gubernur Jakarta dapat mengatur dan menertibkan pedagang agar aktivitas mereka tidak mengganggu umat Islam yang sedang berpuasa.
“Untuk itu kita berharap kepada pemerintah termasuk kepada gubernur Jakarta supaya dapat mengatur dan menertibkan para pedagang agar mereka tidak ikut merusak ibadah dari umat Islam yang sedang berpuasa,” harapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keinginannya agar Ramadan di Jakarta berlangsung dengan penuh kedamaian dan kerukunan.
Ia menegaskan tidak mengizinkan siapa pun, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan melakukan razia atau sweeping terhadap rumah makan selama Ramadan.
“Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu, (14/2).
Menurutnya, suasana Ramadan harus mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.
Ia juga mengingatkan bahwa Jakarta saat ini masih dalam suasana perayaan Imlek sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
“Sekarang ini periodisasi kita menyambut Imlek dari tanggal 13 sampai dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu tanggal 18, maka Jakarta wajahnya total berubah menjadi wajah yang Ramadan dan juga wajah yang menyambut Idul Fitri,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
