
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan pers. (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menahan dua orang tersangka kasus dugaan fraud PT Dana Syariah Indonesia (DSI) mulai hari ini (10/2). Kedua tersangka adalah bos DSI berinisial TA dan ARL. Mereka sudah menjalani pemeriksaan pada Senin (9/2).
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipedeksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap TA dan ARL dilaksanakan sesuai jadwal. Dari tiga orang tersangka yang dipanggil kemarin, hanya tersangka berinisial MY yang tidak memenuhi panggilan.
”Untuk tersangka atas nama TA selaku direktur utama dan pemegang saham PT DSI tiba di ruang riksa Dittipideksus Bareskrim Polri pada pukul 10.55 Wib dan dimulai pemeriksaan terhadap tersangka pada pukul 12.30 WIB, dimana penyidik mengajukan 85 pertanyaan kepada tersangka TA,” terang Ade Safri.
Sementara tersangka ARL selaku komisaris dan pemegang saham DSI tiba di ruang pemeriksaan Dittipideksus Bareskrim Polri pada pukul 10.30 WIB dan dimulai pemeriksaan terhadap tersangka pada pukul 14.00 WIB. Kepada ARL, penyidik melayangkan 138 pertanyaan.
”Selanjutnya untuk kepentingan penyidikan berdasarkan Pasal 99 dan 100 KUHAP, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua orang tersangka di Rutan Bareskrim Polri selama 20 hari ke depan, terhitung mulai hari Selasa, tanggal 10 Feb 2026,” jelasnya.
Khusus untuk tersangka MY selaku mantan direktur DSI, penyidik Bareskrim Polri yang tidak hadir memenuhi panggilan penyidik kemarin karena alasan sakit bakal diperiksa pada Jumat (13/2). Dia memastikan bahwa penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Jenderal bintang satu Polri itu memastikan bahwa proses pemeriksaan masih terus berlangsung. Dia belum bisa mengungkapkan penyidik akan melakukan penahanan atau tidak. Perkembangan proses pemeriksaan dan penyidikan kasus tersebut dipastikan akan disampaikan kepada publik. Pihaknya berkomitmen menangani kasus itu sampai tuntas.
”Semua kami dalami, semua kami dalami terkait dengan dugaan tindak pidana yang terjadi,” kata dia.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah mencegah tiga orang tersangka dalam kasus tersebut bepergian ke luar negeri. Pencegahan sudah dilakukan oleh Bareskrim Polri sejak 5 Februari 2026. Mereka langsung berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memastikan para tersangka tidak meninggalkan Indonesia.
”Pada hari Kamis, 5 Februari 2026, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah mengirimkan surat permohonan Pencegahan ke luar negeri kepada Direktur Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan terhadap tiga orang tersangka,” ungkap Ade Safri pada Jumat (6/2).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022