
Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono. (Istimewa)
JawaPos.com - Melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, Polri memastikan ketersediaan dan harga bahan pangan jelang Imlek dan Ramadhan tetap stabil. Kepala Bareskrim Polri Komjen Syahardiantono menegaskan, seluruh jajarannya akan berusaha keras agar tidak terjadi penimbunan dan permainan harga.
Dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media pada Kamis (5/2), Komjen Syahar menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan pada Rabu (4/2). Tidak sendirian, Polri turut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah (pemda), serta satgas daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Jenderal bintang tiga Polri itu menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal kebijakan harga pangan, menjaga keamanan dan mutu pangan, serta memastikan distribusi berjalan lancar dari hulu sampai hilir. Pengawasan tersebut dilakukan serentak di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota.
Dia memastikan, timnya bekerja mencakup seluruh rantai pasok, mulai produsen, distributor, hingga pedagang eceran dan ritel modern.
Komoditas yang menjadi fokus pengawasan polisi terdiri atas beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, dan gula konsumsi. Syahardiantono menegaskan bahwa satgas yang dia pimpin merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat menjelang periode rawan lonjakan harga.
”Tujuan utama Satgas Saber ini adalah melindungi masyarakat, menjaga keamanan dan mutu pangan menjelang HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional). Penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir, namun tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran serius,” ucap Syahardiantono.
Dia memastikan, pengawasan akan dilaksanakan secara berlapis dengan pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang tetap mengedepankan tindakan humanis serta proporsional. Satgas juga bersinergi dengan kementerian dan lembaga serta instansi lain untuk memastikan kebijakan harga pangan dijalankan secara konsisten.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Satgas Saber merupakan kelanjutan dari Satgas Pengendalian Harga Beras yang dibentuk tahun lalu dan terbukti efektif menekan pelanggaran harga melalui pemantauan masif di pasar-pasar tradisional dan modern.
Selain pengawasan langsung, satgas tersebut membuka kanal pengaduan masyarakat untuk menampung laporan terkait dugaan pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022