
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jabar, pada Senin (2/2). (BPMI Setpres)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memahami secara menyeluruh peran dan tanggung jawab masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/2).
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai pernyataan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan harapan rakyat akan kehadiran pemimpin yang jujur dan adil. Menurutnya, kejujuran dan keadilan para pemimpin bukan sekadar nilai moral, melainkan fondasi utama kepercayaan publik.
“Di banyak tempat, kepercayaan publik terhadap negara mengalami erosi. Bukan karena negara berhenti membangun, tetapi karena pembangunan kerap terasa jauh dari rasa keadilan,” kata Azis kepada wartawan, Selasa (3/2).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menekankan, pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Jika tidak, pembangunan justru berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.
“Jalan dan proyek boleh bertambah, namun ketika pelayanan publik lamban, kebijakan tidak sinkron, dan hukum tampak selektif, jarak antara negara dan warga justru melebar,” tegasnya.
Menurut Azis, tantangan terbesar pemerintahan saat ini bukan terletak pada kekurangan gagasan, melainkan krisis keteladanan. Ia menilai konsistensi para pemimpin dalam bersikap dan bertindak menjadi kunci agar aturan yang dibuat dapat diterima dan dipercaya oleh rakyat.
“Seruan tentang kejujuran dan keadilan menjadi penting karena menyentuh inti persoalan, bukan sekadar gejalanya,” ujarnya.
Ia juga menilai Rakornas yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah seharusnya menjadi ruang penyelarasan arah kebijakan. Namun, penyelarasan tersebut tidak cukup berhenti pada target dan angka semata.
Menurutnya, hubungan pusat dan daerah perlu dimaknai sebagai pembagian tanggung jawab agar kehadiran negara dirasakan setara oleh seluruh warga, tanpa memandang wilayah, posisi, atau kedekatan dengan kekuasaan.
“Otonomi daerah, dalam pengertian ini, adalah amanah pelayanan, bukan sekadar kewenangan administratif,” tuturnya.
Selain itu, Azis menyoroti penegasan Presiden terkait persatuan dalam keberagaman yang dinilainya relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan politisasi identitas, persatuan tidak dapat dibangun hanya melalui seruan, melainkan membutuhkan kehadiran negara yang adil dan konsisten.
“Warga merasa bersatu bukan karena slogan, tetapi karena pengalaman konkret diperlakukan setara oleh negara,” urainya.
Sementara itu, sikap politik luar negeri Indonesia yang tetap bebas dan aktif serta tidak terikat pada kepentingan blok mana pun, menurut Azis, juga membawa pesan penting ke dalam negeri. Kedaulatan eksternal tidak akan utuh tanpa kedaulatan moral di dalam negeri.
“Negara yang ingin berdiri tegak di hadapan dunia harus lebih dulu berani menegakkan hukum, menutup ruang penyimpangan, dan melindungi kepentingan publik di rumahnya sendiri,” tegasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
