
Gubernur Jawa BArat dedi Mulyadi. (Instagram @dedimulyadi71)
JawaPos.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) AB. Widyanta membantah pernyataan KDM yang menilai kebohongan pedagang es kue viral, Suderajat semata-mata sebagai persoalan moralitas personal. Menurutnya, cara pandang tersebut terlalu menyederhanakan persoalan dan mengaburkan kegagalan negara dalam melindungi warganya secara struktural.
“Alih-alih memperbaiki sistem dan menjaga mekanisme perlindungan terhadap seluruh warga negara, persoalan-persoalan itu dialihkan ke ruang moral publik. Hingga urban kembali dibebani tanggung jawab atas etis, tentang etika, atas cara ia berkaitan hidup itu,” ujar Widyanta saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (30/1).
Dari sudut pandang sosiologi, dia menjelaskan bahwa relasi kuasa yang muncul dalam kasus tersebut justru mencerminkan bagaimana negara gagal hadir secara struktural. Empati publik kemudian berfungsi sebagai pengganti sementara dari tanggung jawab institusional negara, sehingga persoalan menjadi tidak bisa dipandang secara hitam-putih.
Menurut Widyanta, ruang publik saat ini telah termeditisasi oleh media dan media sosial yang membentuk apa yang disebut sebagai ekonomi atensi. Dalam kondisi tersebut, viralitas sering kali menggeser fokus dari akar persoalan ke penilaian moral individu.
Widyanta menilai fenomena ini sebagai krisis pengelolaan keadilan dalam masyarakat berbasis tontonan. Oleh karena itu, persoalan ini tidak bisa disederhanakan menjadi soal mentalitas atau etika personal semata, melainkan harus diarahkan pada cara kekuasaan bekerja, bagaimana media membingkai peristiwa, serta bagaimana publik membangun empati.
Widyanta juga menyinggung soal modal simbolik yang muncul dari simpati publik. Dorongan moral untuk membantu kerap menghasilkan dukungan dan donasi, namun dinamika tersebut tidak bisa dilepaskan dari realitas ruang publik digital yang sarat atensi.
“Jadi memang tidak bisa kita menyalahkan si Bapak itu yang tidak jujur. Secara moral bisa saja, tetapi tentu tidak sesimpel itu, karena inilah dinamika sosial ruang publik di era digital,” pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggebrak meja dan marah kepada pedagang es kue, Suderajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI karena dituding menjual es berbahan spons. Kemarahan KDM ditengarai karena Suderajat berbohong dalam sejumlah penyataannya.
Terbaru adalah terkait dengan tempat tinggalnya yang sebelumnya ia akui masih mengontrak, padahal memiliki rumah sendiri. Ia juga bahkan pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Fakta ini memicu kemarahan KDM yang langsung menggebrak meja dan mempertanyakan kebohongan yang berulang dari Suderajat.
Peristiwa itu terjadi saat KDM menggali kebenaran status tempat tinggal Suderajat melalui pertemuan langsung dengan Ketua RW Suderajat. Ia menyatakan bahwa rumah yang ditempati Suderajat adalah rumah sendiri, bukan kontrakan seperti yang selama ini disampaikan.
“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW Suderajat di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube-nya, Jumat (30/1).
KDM yang sejak awal menerima informasi bahwa Suderajat hidup serba kekurangan dan hanya mengontrak rumah, langsung bereaksi keras. Ia menuding Suderajat telah memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta.
“Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi sambil memperbaiki posisi duduk.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
