dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc dan Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc pada acara Halodoc Talks. (Dok. IST)
JawaPos.com - Halodoc, pionir ekosistem layanan kesehatan digital di Indonesia, merilis laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Sepanjang Ramadan hingga Perayaan Idulfitri” melalui acara Health Talk by Halodoc yang digelar di GIOI Menteng, Jakarta Pusat.
Laporan ini menyajikan analisis mendalam yang menyoroti bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan ritme hidup selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri serta sejumlah tantangan kesehatan khas muncul sebagai bagian dari proses adaptasi tersebut.
Melalui laporan ini, Halodoc mengidentifikasi adanya "Health Adjustment Gap", sebuah kondisi di mana kesiapan tubuh seringkali tidak sejalan dengan perubahan pola hidup yang mendadak dan memicu lonjakan keluhan kesehatan spesifik secara berulang setiap tahunnya.
"Ramadan adalah periode perubahan gaya hidup paling signifikan dirasakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia (mereka yang menjalani ibadah puasa). Melalui Indonesia Health Insights, kami ingin memberikan rujukan berbasis data dan pandangan medis, agar masyarakat lebih siap mengantisipasi gangguan kesehatan di periode krusial menjelang dan selama bulan Ramadan, serta sepanjang perayaan Idulfitri. Halodoc hadir untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia kapanpun dibutuhkan, bahkan di jam-jam tidak umum seperti dini hari, menjelang jam sahur”, jelas Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
Laporan Indonesia Health Insights edisi Q1 2026 ini menunjukkan adanya pola yang konsisten setiap tahun, contohnya di minggu terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan, terjadi peningkatan pembelian produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc, yang menunjukkan adanya upaya antisipasi gangguan kesehatan menjelang Ramadan oleh masyarakat. Diantaranya seperti peningkatan pembelian produk: vitamin dan suplemen (30%), obat pencernaan (15%), produk kesehatan mulut dan tenggorokan (16%), hingga produk kesehatan dan kecantikan kulit (19%).
Sementara itu, pada minggu pertama Ramadan, keluhan kesehatan didominasi oleh gangguan pencernaan seperti maag dan GERD, dengan lonjakan konsultasi sebesar +21% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum puasa.
Lonjakan tertinggi terjadi pada pukul 00.00–05.59, meningkat hingga +150%, bertepatan dengan waktu sahur dan mencerminkan fase ketidaknyamanan lambung saat tubuh masih beradaptasi. Puncak keluhan ini konsisten muncul di hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir, menandakan bahwa fase adaptasi tubuh paling berat terjadi di awal puasa.
Menanggapi temuan tersebut, dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, menjelaskan bahwa lonjakan keluhan di awal Ramadan merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan pola makan dan tidur.
“Di awal puasa, tubuh masih beradaptasi. Lambung menjadi lebih sensitif karena jam makan berubah, sementara kurang tidur dan hidrasi juga mempengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Itulah mengapa keluhan seperti maag, GERD, dan vertigo sering muncul di waktu yang bersamaan,” jelasnya.
Tips Mengantisipasi Health Adjustment Gap dari Ahlinya
Menanggapi berbagai keluhan yang muncul di awal Ramadan, dr. Irwan menekankan pentingnyapersiapan kesehatan sejak sebelum puasa dimulai.
“Keluhan di awal Ramadan umumnya muncul karena tubuh belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan pola makan dan hidrasi. Karena itu, persiapan sebaiknya dimulai sejak sebelum puasa dengan meningkatkan asupan serat dan cairan. Selama Ramadan, jaga pola makan yang teratur dan bertahap saat sahur dan berbuka, awali dengan air putih, pilih makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat, serta batasi makanan berlemak, pedas, dan berkafein. Asupan cairan juga penting dijaga secara bertahap antara berbuka dan sahur, misalnya dengan pola minum 2-4-2, untuk membantu mencegah dehidrasi dan gangguan pencernaan,” ujar dr. Irwan.
Baca Juga: Kesalahan Umum yang Membuat Puasa Terasa Lemas, Benarkah Minim Aktivitas Justru Memicu Kelelahan?
Bagi keluhan vertigo dan radang tenggorokan yang kerap muncul di awal puasa, dr. Irwan menambahkan bahwa kualitas tidur, manajemen stres, dan hidrasi yang konsisten memegang peranan penting.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
