Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban pertama kecelakaan Pesawat ATR 42-500 ke RS Bhayangkara Makassar. (dok. Basarnas)
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban pertama kecelakaan Pesawat ATR 42-500. Evakuasi berlangsung Rabu pagi (21/1) menggunakan helikopter milik Basarnas. Jenazah korban yang ditemukan dalam jurang sedalam 200 meter itu dibawa menggunakan helikopter dari Kampung Lampeso ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar Andi Sultan menyampaikan bahwa jenazah korban berjenis kelamin laki-laki. Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (1/18). Setelah dievakuasi dari lokasi temuan ke Kampung Lampeso pada Selasa (20/1), Tim SAR Gabungan memutuskan mengambil jenazah korban menggunakan helikopter.
”Alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” kata dia kepada awak media.
Andi menjelaskan bahwa helikopter tersebut take off dari Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Hasanuddin Makassar pukul 07.47 WITA. Helikopter tersebut langsung terbang ke Lampeso. Di kampung tersebut, pengangkatan jenazah korban dilakukan menggunakan metode hoist dan teknik air landed. Proses tersebut berjalan dengan lancar.
”Selanjutnya, helikopter kembali mendarat di Lanud (TNI AU) Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA,” ujarnya.
Dari Lanud TNI AU Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Di rumah sakit tersebut, Tim DVI sudah menunggu jenazah korban untuk diidentifikasi. Data ante mortem 10 korban yang sudah berada di tangan Tim DVI akan dicocokan dengan data post mortem dari jenazah korban.
”Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI,” terang Andi.
Sebelumnya, seluruh data antemortem korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 dipastikan sudah berada ditangan Tim DVI Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Kemarin keluarga 2 korban yang belum menyerahkan data antemortem sudah datang langsung ke Makassar untuk menyerahkan data tersebut.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media. Dia memastikan bahwa data antemortem yang dibutuhkan oleh Tim DVI dalam proses identifikasi jenazah korban sudah lengkap. Yakni sebanyak 10 data antemortem.
”Data antemortem dari keluarga sudah lengkap, keluarga (2 korban yang belum menyerahkan data antemortem) ke Makassar,” terang dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022