
Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto. (tangkapan layar)
JawaPos.com - Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto menanggapi kritik publik terkait posisinya sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Noe menilai kritik, kewaspadaan, hingga kecurigaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayang terhadap Indonesia.
Ia mengaku berterima kasih atas seluruh respons yang datang, baik yang bernada keras maupun suportif. Menurutnya, substansi kritik tersebut menunjukkan perhatian publik terhadap masa depan bangsa.
“Saya terima kasih atas semua kalimat-kalimat dan kata-kata itu. Karena substansinya kalau saya melihat itu sayang Indonesia, atau sayang sama saya,” kata Noe dalam video pada akun Youtube pribadinya, Kamis (22/1).
Noe menyampaikan komitmen pribadinya terkait peran sebagai Tenaga Ahli DPN. Ia menegaskan, siap dievaluasi oleh publik dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan. Bahkan, jika dinilai tidak membawa manfaat atau tidak berguna, ia menyatakan siap mengundurkan diri.
“Komitmen saya setahun. Kalau memang saya enggak ada gunanya, saya mundur. Mudah,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh gagasan dan ide yang ia miliki akan disampaikan langsung di “ground zero”, yakni ruang-ruang nyata tempat persoalan dan perubahan seharusnya dimulai.
“Komitmen yang lain? Semua yang saya katakan, ide-ide saya, akan saya sampaikan di ground zero. Karena di situ letaknya. Di ground zero titik perubahannya,” ucap Noe.
Noe juga mempersilakan masyarakat menyimpan pernyataannya sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Ia mengajak masyarakat untuk menagih konsistensi sikapnya di kemudian hari, apakah dirinya berubah atau tetap memegang nilai-nilai yang selama ini diyakini.
“Di sini ada komitmen. Anda bisa save video ini. Sebagai bentuk accountability. Anda bisa tagih saya. Satu tahun lagi, enam bulan lagi, apakah saya geser? Apakah saya berubah dari Sabrang yang dulu?” tuturnya.
Ia menyebut keputusannya ini sebagai sebuah eksperimen bersama antara pejabat publik dan masyarakat. Noe mengajak publik untuk terlibat aktif dalam dialog, baik melalui tulisan maupun forum-forum diskusi seperti Maiyah.
“Nah bedanya hari ini saya ngajak teman-teman sekalian, eksperimen. Ayo eksperimen. Bikin. Saya tunggu di tulisan maupun di forum Maiyah. Mari ngobrol,” urainya.
Lebih lanjut, Noe mengajak kalangan intelektual dan masyarakat yang peduli terhadap Indonesia untuk bersama-sama membangun standar relasi ideal antara pejabat publik dan rakyat.
“Aku ngajak teman-teman intelektual, teman-teman yang peduli Indonesia untuk mbangun ini bareng-bareng. Agar kita punya tolak ukur bersama, bagaimana pejabat berhubungan dengan masyarakat yang paling baik itu gimana,” pungkasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
