
TNI AU mengerahkan 1 unit helikopter untuk membantu operasi SAR pesawat yang hilang kontak di Maros. (TNI AU)
JawaPos.com - Pesawat ATR 400 kilik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu siang diterbangkan oleh Kapten Andy Dahananto. Ternyata dia merupakan direktur operasi di IAT.
Pada laman resmi IAT, Andi tercatat sebagai salah seorang jajaran direksi. Meski tidak banyak informasi yang dicantumkan mengenai Andy, pada laman tersebut disampaikan bahwa Andy adalah pria kelahiran 1967. Dia menjabat sebagai direktur operasi IAT sejak 2019.
”
Menjabat sebagai Direktur Operasi berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 14 tanggal 19 Juni 2019,” demikian bunyi informasi yang dicantumkan pada lama itu.
Masih dari sumber yang sama, disebutkan bahwa Andy adalah lulusan dari Juanda Flying School. Dia menuntaskan studi di sekolah penerbangan itu pada 1987. Setelah itu, Andy memulai karirnya pada tahun 1988 sebagai pilot pesawat Fix Wing. Sampai saat ini, dia masih aktif terbang sebagai pilot.
Dalam informasi yang disampaikan kepada publik, telah diungkap nama-nama kru dan penumpang pesawat tersebut. Terdiri atas 8 orang kru dan 3 orang penumpang. Dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar itu hanya ada 3 penumpang yang masuk dalam manifest. Yakni Dede, Ferry, dan Yoga.
”Data lebih rinci yang diterima dari manajemen AirNav Makassar mengungkap pesawat tersebut membawa 11 orang di dalamnya, terdiri atas 8 awak dan 3 penumpang,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada awak media.
Sementara itu, 8 kru pesawat yang terdata terdiri atas Kapten Andy Dahananto (Pilot), First Officer Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita (Awak Kabin), dan Esther Aprilita S. (Awak Kabin). Untuk memastikan keberadaan dan kondisi para korban, Basarnas sudah mengerahkan personel.
”Personel saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi. Informasinya daerah Leang-leang,” ucap Andi.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Makassar mengerahkan sekitar 25 personel yang dibagi ke dalam 3 regu. Tujuannya untuk mempercepat proses penelusuran di lapangan. Informasi pesawat itu hilang kontak di Maros pertama kali diterima oleh Basarnas dari AirNav Indonesia.
”Posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, dengan koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT,” jelasnya.
Tim SAR dari Basarnas Makassar sudah bergerak dengan membawa peralatan pendukung, termasuk 1 unit mobil truk personel, 1 unit mobil rescue, dan 1 unit drone untuk membantu pencarian dari udara. Sampai saat ini proses pencarian masih dilakukan. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
