Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 April 2021 | 20.25 WIB

Mensos Sebar Tim Konseling Dampingi Keluarga Kru KRI Nanggala-402

TABAH YA, NAK: Mensos Tri Rismaharini menyapa Azka, putra Lettu (P) Imam Adi, salah seorang kru KRI Nanggala-402. (HUMAS KEMENSOS) - Image

TABAH YA, NAK: Mensos Tri Rismaharini menyapa Azka, putra Lettu (P) Imam Adi, salah seorang kru KRI Nanggala-402. (HUMAS KEMENSOS)

JawaPos.com - Doa, empati, dan dukungan mengalir untuk para keluarga kru KRI Nanggala-402. Luka akibat tragedi di pesisir utara Bali itu memang telah menjadi luka semua orang di penjuru negeri.

Kemarin (25/4) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi Koarmada II untuk tujuan serupa.

Memberikan penguatan dan dukungan moral kepada keluarga para patriot yang kemarin dinyatakan gugur oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tersebut.

Muhadjir mengatakan, bangsa Indonesia merasakan keprihatinan yang sangat mendalam sehubungan dengan musibah tenggelamnya kapal selam Nanggala-402. Meski demikian, Muhadjir meminta seluruh keluarga tetap kuat.

”Kita terus berdoa dan berusaha karena manusia diberi hak oleh Allah untuk berikhtiar,” kata Muhadjir.

Di tempat yang sama, Mensos Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tim konseling untuk mendampingi seluruh keluarga awak KRI Nanggala-402. Namun, khusus keluarga yang berada di Kota Pahlawan, Risma telah menginstruksi Pemkot Surabaya untuk mengirim tim.

”Sehingga kami fokus mendampingi keluarga kru KRI Nanggala-402 yang berada di wilayah lain,” ujar Risma.

Saat ini tim psikolog Kementerian Sosial telah disebar ke seluruh anggota keluarga KRI Nanggala-402.

Mantan wali kota Surabaya tersebut mengerti betapa beratnya cobaan yang dihadapi pihak keluarga. ”Semoga pendampingan yang dilakukan bisa memberikan ketenangan bagi mereka,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji juga mengunjungi keluarga salah seorang kru KRI Nanggala kemarin. Yakni, Suheri yang tinggal Jalan Bronggalan Sawah IV/4, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Korban diketahui sebagai kru sipil bagian teknisi listrik.

Mayoritas kru KRI Nanggala memang berdomisili di Surabaya. Cak Ji, sapaan karib Armudji, berkunjung ke rumah Suheri pukul 12.30. Dia ditemui tiga anggota keluarga.

Menurut Cak Ji, kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan moral atas musibah tersebut. ”Kedatangan saya ke sini ingin mendukung dan menguatkan keluarga Bapak Suheri,” kata Armudji.

Dia berharap korban dan seluruh kru KRI Nanggala diberi yang terbaik. Apa pun hasil pencarian, kata dia, pihaknya berharap keluarga tabah dalam menghadapi musibah tersebut. ”Kita berdoa apa pun yang terjadi, semoga itu yang terbaik. Karena ini bagian dari takdir Tuhan,” ujarnya.

Selain itu, Cak Ji merasa bangga karena Suheri sudah ikut berjuang di KRI tersebut. Tentu dengan menyumbangkan kemampuan yang dimilikinya.

Baca juga: Kenang, Kenanglah Nanggala…

Suheri diketahui memiliki tiga putra. Anak sulungnya kini masih menempuh pendidikan doktor di Thailand dengan beasiswa. Putra kedua menempuh pendidikan magister di Universitas Katolik Widya Mandala. Anak bungsunya masih duduk di bangku SMP. ”Anak-anak ini harus bangga karena memiliki orang tua yang berdedikasi dan punya keahlian,” imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore