alexametrics

Kenang, Kenanglah Nanggala…

Duka, Harapan, dan Pertanyaan
26 April 2021, 12:05:00 WIB

SAJAK itu ditulis Beni Guntarman untuk koleganya, para pelaut. Larik-larik yang menggambarkan keberanian dan keteguhan para pengarung samudra.

Pelaut sejati pasti ’kan pulang kembali ke dermaga.

Meski ada seribu luka di sekujur tubuhnya.

Dan, nun di Kelurahan Sobo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, keluarga Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma juga memilih untuk merawat harapan, bahkan sekalipun itu setipis rambut. Televisi tak menyala sejak Rabu (21/4).

Sebagaimana yang dilaporkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, mereka sengaja tak ingin mendengar kabar apa pun tentang perkembangan KRI Nanggala-402, kapal selam tempat sang anak bertugas bersama 52 kru lain. ”Entah sudah berapa puluh ribu kali salawat saya baca. Doa Nabi Yunus juga terus saya baca. Saya dan ibunya Pandu menunggu mukjizat,” kata Peltu Wahyudi, ayah Pandu, didampingi sang istri, Sri Hendah Lestari, yang kedua matanya nyaris tak pernah kering dari air mata.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memang kemarin (25/4) mengumumkan bahwa ke-53 orang di dalam KRI Nanggala dinyatakan gugur. Kapal selam bikinan Jerman lebih dari 40 tahun silam itu hilang kontak tak lama setelah menyelam di perairan utara Bali pada Rabu (21/4).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gal/ian/frec2/c3/fud/c14/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads