
ARMADA PEMUKUL: Kapal Selam KRI Nanggala-403 saat latihan pratugas pengamanan perbatasan di perairan Pulau Karimunjawa pada 20 Januari 2017. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)
JawaPos.com - DPR membentuk panitia kerja (panja) terkait dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain pengawasan rutin, panja akan meminta penjelasan tentang insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402.
Anggota Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menjelaskan, panja bakal menanyakan lebih detail kondisi alutsista pertahanan nasional.
”Kuncinya adalah anggaran pertahanan bisa dialokasikan secara memadai agar pemeliharaan dan perawatan serta peremajaan alutsista bisa sesuai dengan perencanaan,” jelas Kharis.
Politikus PKS itu berharap panja bisa mematangkan perencanaan agar insiden serupa tidak terulang pada alutsista lain.
Anggota komisi I lainnya, T.B. Hasanuddin, menilai bahwa ada kelalaian dalam pemeliharaan yang mengakibatkan insiden tersebut. Tepatnya saat perbaikan pada 2012. ”Saya menduga, pada perbaikan itu, ada hal-hal atau konstruksi yang tidak tepat sehingga KRI Nanggala-402 tenggelam,” terang Hasanuddin.
Hasanuddin mengungkapkan, dalam perbaikan tersebut, telah dilakukan retrofit yang mencakup penggantian suku cadang dan konstruksi.
”Terutama pada sistem senjata torpedonya,” ujar dia. Retrofit itu menghabiskan biaya hingga USD 75 juta atau setara Rp 1,05 triliun pada waktu itu.
Pada 2012, KRI Nanggala-402 juga melakukan uji coba penembakan torpedo. Uji coba itu tercatat gagal karena sistem penutup torpedo bermasalah sehingga tidak bisa diluncurkan. ”Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit terbaik gugur,” ungkapnya.
Baca juga: KSAL Tegaskan KRI Nanggala-402 Tidak Meledak, Tetapi Alami Keretakan
Selain masalah teknis tersebut, dia mencatat bahwa seharusnya KRI Nanggala-402 hanya berkapasitas 38 orang. Sementara, dalam latihan Rabu dini hari (21/4), kapal itu diisi 53 orang sehingga bisa dikatakan overkapasitas. Hal tersebut juga akan ditanyakan dalam pembahasan alutsista di panja.
Hasanuddin menuturkan, sebaiknya kapal sejenis untuk sementara tidak dioperasikan lebih dulu. Misalnya, KRI Cakra-401. Sebab, dikhawatirkan terjadi masalah serupa dan berisiko bagi prajurit yang bertugas.
Baca juga: Mensos Sebar Tim Konseling Dampingi Keluarga Kru KRI Nanggala-402
Ketua DPR Puan Maharani menegaskan, pencarian KRI Nanggala-402 harus terus dilakukan sampai kapal dan seluruh awaknya ditemukan. Dia sangat yakin masyarakat turut mendoakan pencarian berjalan lancar. Menurut dia, TNI dan seluruh pihak terkait harus berkoordinasi dalam pencarian kapal selam tersebut. TNI juga harus menganalisis detail penyebab insiden tersebut. Sebab, ini adalah kejadian pertama dan diharapkan tidak terulang di kemudian hari. ”Jika penyebabnya adalah faktor usia kapal selam yang sudah tua, alutsista TNI-AL harus dimodernisasi,” paparnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022