
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan duka mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Ia menegaskan bahwa cobaan berat ini menjadi duka bersama seluruh bangsa Indonesia.
“Hari-hari ini, hari yang cukup berat bagi bangsa Indonesia bencana alam menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, menyesalkan duka yang kita rasakan bersama," kata Zulhas dalam acara Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (8/12).
Zulhas menuturkan bahwa tidak ada ungkapan yang mampu menggambarkan rasa kehilangan dan pedih yang dialami masyarakat di wilayah terdampak.
Ia menekankan bahwa dalam situasi sulit ini, negara dan seluruh elemen bangsa tidak akan membiarkan siapapun berjuang sendirian.
“Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sedih dan pedih yang dialami saudara-saudara kita di sana. Di tengah cobaan besar ini, kita tidak meninggalkan siapapun,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana. Dukungan dan solidaritas, kata dia, menjadi penguat bagi para penyintas untuk kembali bangkit.
“Kita saling bersama, saling menopang, terus merawat harapan untuk bangkit. Cobaan ini berat, tetapi keteguhan kita sebagai bangsa, selalu lahir dari kebersamaan dan gotong royong,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Zulhas juga meyakini daerah-daerah terdampak akan kembali pulih dan beraktivitas seperti sediakala. Ia berharap masyarakat tetap kuat dan tabah melewati masa-masa sulit ini.
“Di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, insya Allah akan pulih dan kembali melengkah lebih kuat menghadapi hari-hari esok,” tutupnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Sementara, 392 orang dilaporkan hilang akibat bencana air bah tersebut. Data terbaru itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian/lembaga di Banda Aceh, pada Minggu (7/12) malam.
“Bapak Presiden, per hari ini meninggal dunia 921 orang,” kata Suharyanto.
Selain korban meninggal, sebanyak 392 orang masih hilang kontak dan 975.079 orang mengungsi akibat bencana tersebut. Data tersebut sebagaimana dilaporkan pada tiga provinsi yang terdampak bencana.
Secara rinci, Suharyanto menjelaskan perkembangan korban di masing-masing daerah. Di Sumatera Utara, terdapat 329 orang meninggal dunia dan 82 orang hilang.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
