Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Desember 2025 | 15.15 WIB

Banyak Desa Terisolasi Akibat Puluhan Jembatan Putus di Gayo Lues, Pemda Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

Pasukan Zeni TNI AD memasang jembatan bailey di beberapa lokasi yang tersebar di wilayah Aceh. Tujuannya untuk memastikan akses jalan yang sempat putus terhubung kembali. (TNI AD) - Image

Pasukan Zeni TNI AD memasang jembatan bailey di beberapa lokasi yang tersebar di wilayah Aceh. Tujuannya untuk memastikan akses jalan yang sempat putus terhubung kembali. (TNI AD)

JawaPos.com - Sampai pekan kedua pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, puluhan jembatan di Kabupaten Gayo Lues masih putus. Akibatnya banyak desa terisolasi. Sebagai bagian dari langkah penanggulangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues memperpanjang masa tanggap darurat bencana. 

Kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita turut buka suara atas kondisi di Gayo Lues. Melalui unggahan pada akun media sosial resminya, Sherly menyampaikan bahwa setidaknya ada 76 jembatan putus dan rusak di Kabupaten Gayo Lues. Kondisi itu mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat.

"Urgent, 76 jembatan terputus atau rusak di Kabupaten Gayo Lues. Butuh pembukaan akses jalur darat segera agar BBM, gas, dan bantuan bisa lebih banyak masuk," tulis Sherly dikutip pada Senin (8/12). 

Bantuan yang didistribusikan melalui jalur udara memang sudah masuk, namun demikian akses darat yang sangat vital belum dapat digunakan. Menurut dia, 4 jalur utama di Kabupaten Gayo Lues masih belum bisa diakses, khususnya menggunakan kendaraan besar.

"Bantuan lewat jalur udara dari BNPB dan lainnya sudah lebih sering masuk, hanya saja 4 jalan atau jalur darat utama dari dan ke Kabupaten Gayo Lues masih belum bisa diakses (terutama oleh kendaraan besar)," lanjutnya. 

Kondisi itu dibenarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Muhaimin selaku kalak BPBD setempat menyampaikan bahwa sebagian daerah terdampak bencana sudah bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua. Namun,  beberapa daerah tidak dapat dijangkau menggunakan angkutan darat. Misalnya Desa Lesten, Desa Rerebe dan Desa Perlak.

"Jembatan yang hanyut di beberapa tempat diganti dengan lumpe (jembatan gantung dengan dua kabel) yang hanya bisa digunakan oleh mereka yang sudah terbiasa," ungkap dia dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. 

Muhaimin menyampaikan, selain masih ada daerah yang terisolir, tingginya curah hujan yang melanda Gayo Lues menjadi alasan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana. Pihaknya mengajukan agar masa tanggap darurat diperpanjang sampai 2 pekan ke depan. 

"Kami mengajukan masa perpanjangan sesuai dengan ketentuan berlaku. Untuk memperlancar proses penanganan darurat 14 hari ke depan, kami mencoba menyusun langkah-langkah dan strategi bagaimana kami dapat menyelesaikan proses tanggap darurat sehingga masyarakat atau Gayo Lues berangsur pulih dari bencana," terang dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore