
Pasukan Zeni TNI AD memasang jembatan bailey di beberapa lokasi yang tersebar di wilayah Aceh. Tujuannya untuk memastikan akses jalan yang sempat putus terhubung kembali. (TNI AD)
JawaPos.com - Sampai pekan kedua pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, puluhan jembatan di Kabupaten Gayo Lues masih putus. Akibatnya banyak desa terisolasi. Sebagai bagian dari langkah penanggulangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues memperpanjang masa tanggap darurat bencana.
Kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita turut buka suara atas kondisi di Gayo Lues. Melalui unggahan pada akun media sosial resminya, Sherly menyampaikan bahwa setidaknya ada 76 jembatan putus dan rusak di Kabupaten Gayo Lues. Kondisi itu mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat.
"Urgent, 76 jembatan terputus atau rusak di Kabupaten Gayo Lues. Butuh pembukaan akses jalur darat segera agar BBM, gas, dan bantuan bisa lebih banyak masuk," tulis Sherly dikutip pada Senin (8/12).
Bantuan yang didistribusikan melalui jalur udara memang sudah masuk, namun demikian akses darat yang sangat vital belum dapat digunakan. Menurut dia, 4 jalur utama di Kabupaten Gayo Lues masih belum bisa diakses, khususnya menggunakan kendaraan besar.
"Bantuan lewat jalur udara dari BNPB dan lainnya sudah lebih sering masuk, hanya saja 4 jalan atau jalur darat utama dari dan ke Kabupaten Gayo Lues masih belum bisa diakses (terutama oleh kendaraan besar)," lanjutnya.
Kondisi itu dibenarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Muhaimin selaku kalak BPBD setempat menyampaikan bahwa sebagian daerah terdampak bencana sudah bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua. Namun, beberapa daerah tidak dapat dijangkau menggunakan angkutan darat. Misalnya Desa Lesten, Desa Rerebe dan Desa Perlak.
"Jembatan yang hanyut di beberapa tempat diganti dengan lumpe (jembatan gantung dengan dua kabel) yang hanya bisa digunakan oleh mereka yang sudah terbiasa," ungkap dia dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Muhaimin menyampaikan, selain masih ada daerah yang terisolir, tingginya curah hujan yang melanda Gayo Lues menjadi alasan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana. Pihaknya mengajukan agar masa tanggap darurat diperpanjang sampai 2 pekan ke depan.
"Kami mengajukan masa perpanjangan sesuai dengan ketentuan berlaku. Untuk memperlancar proses penanganan darurat 14 hari ke depan, kami mencoba menyusun langkah-langkah dan strategi bagaimana kami dapat menyelesaikan proses tanggap darurat sehingga masyarakat atau Gayo Lues berangsur pulih dari bencana," terang dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022