
Ustadz Adi Hidayat jelaskan doa pelunas hutang (Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official)
JawaPos.com - Sebagai tokoh agama, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan imbauan terkait dengan bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dia menekankan beberapa hal dalam video yang diunggah pada akun YouTube Adi Hidayat Official. Termasuk diantaranya meminta para elit berhenti melakukan atraksi politik.
”Saya mohon kepada para elit, tolong stop dulu beragam dinamika politiknya, beragam atraksi-atraksi politik-politiknya. Mohon perhatiannya dengan tulus diarahkan dulu pada saudara-saudari kita yang berada di 3 wilayah ini (Aceh, Sumut, dan Sumbar),” pinta ulama yang kerap dipanggil UAH tersebut.
Menurut dia, bencana yang melanda 3 provinsi tersebut harus menjadi pelajaran untuk semua pihak. Sehingga dapat dilakukan evaluasi total dan maksimal. Sejalan dengan langkah-langkah pemerintah, dia mengajak masyarakat Indonesia untuk bekerja sama membantu para korban yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
”Saya Adi Hidayat ingin mengajak pada diri saya dan kita semua, terkhusus kolega-kolega, kerabat-kerabat, jamaah pengajian, dan semua anak bangsa ini, untuk secara kolektif mengarahkan energi kita, perhatian kita kepada saudara-saudari kita yang berada khususnya di Sumatera Utara, di Aceh, Sumatera Barat,” ajaknya.
UAH menyatakan bahwa saat ini adalah waktu untuk memusatkan energi, tenaga, waktu, dan pikiran untuk korban terdampak bencana alam di 3 provinsi tersebut. Saat ini, para korban masih membutuhkan bantuan dan uluran tangan. Selain itu, UAH menilai, harus dilakukan evaluasi total dan introspeksi atau dalam bahasa agama taubat.
”Saya mengajak juga pada diri saya pribadi dan kita semua, mari kita melakukan evaluasi secara kolektif, muhasabah diri, introspeksi. Dalam bahasa agama, taubat, taubat secara nasional untuk kita semua tanpa kecuali,” imbuhnya.
Sampai sore hari ini (6/12), jumlah korban meninggal dunia yang dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyentuh angka 879 jiwa. Sementara korban hilang sebanyak 451 orang. Korban meninggal dunia diprediksi akan terus bertambah, mengingat masih ada ratusan korban hilang yang belum ditemukan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
