Suasana pendistribusian bantuan di Desa Kuala II, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Selasa (2/12). Panglima TNI dan KSAD jelaskan soal bantuan yang dilempar dari udara. (BNPB)
JawaPos.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) siap mengguyur beras sebanyak 14 ribu ton ke daerah bencana di Aceh. Namun, proses distribusi tidak mudah. Sebab, masih banyak akses yang terputus akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu.
Stok beras untuk Aceh itu dipaparkan Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Rabu (3/12).
Menurut Andriko, total ketersediaan beras untuk Aceh saat ini mencapai 14.721,29 ton, termasuk bantuan pangan dua bulan (Oktober–November) yang disalurkan sekaligus sebanyak 12.495,12 ton, serta tambahan minyak goreng sebanyak 2.449.024 liter.
Sesuai instruksi Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, seluruhnya harus segera disalurkan. “Di Aceh baru terealisasi 24 persen karena ada hambatan distribusi. Mudah-mudahan kendala ini bisa kita selesaikan sehingga seluruh bantuan bisa diterima. Target penerimanya mengacu pada data titik sebar dari Kementerian Sosial,” ujarnya kepada Harian Rakyat Aceh.
Andriko menerangkan, pihaknya juga telah menyetujui usulan bantuan sebesar 1.797,88 ton, yang akan ditambah hingga mencapai 3.000 ton. "Jadi perintahnya Pak Menteri jika dibutuhkan, diusulkan lagi Pak. Baik melalui Bupati atau Gubernur," terangnya.
Ia menjelaskan, untuk setiap tiga titik wilayah dialokasikan sekitar 10.000 ton. Dengan alokasi 3.000 ton saat ini, masih ada sekitar 7.000 ton yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanggap darurat selama 14 hari. Jika jumlah tersebut masih belum mencukupi, pemerintah memperbolehkan pengajuan tambahan secara bertahap.
Andriko menambahkan, Aceh juga memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Aceh (CPP) sebanyak 187,10 ton, ditambah cadangan kabupaten/kota sebesar 241,19 ton, sehingga totalnya sekitar 428 ton. Beras sebanyak itu disimpan di Bulog.
“Realisasinya saat ini baru sekitar 20 ton, sehingga belum bisa didorong lebih jauh. Cadangan pangan pemerintah daerah itu sebenarnya berupa barang yang dititipkan pemprov dan pemkab di Bulog, dan bisa diminta sewaktu-waktu, tidak hanya untuk bencana,” ujar Andriko.
Ia juga mendorong agar alokasi 1.797,88 ton untuk bencana alam yang telah disetujui diharapkan dapat direalisasikan. Menurut dia, mekanisme penyaluran akan dilakukanberdasarkan permintaan resmi dari Gubernur Aceh, kemudian didistribusikan melalui BPBA hingga BPBD kabupaten/kota.
”Intinya harus ada penugasan agar prosesnya cepat. Kami juga sudah mengonfirmasi ke direktur operasional supaya seluruh jajaran Bulog dalam posisi siaga. Hambatannya saat ini memang pada akses distribusi,” kata dia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
