
Tim DVI Polda Sumbar telah menerima 200 jenazah korban bencana banjir bandang dan longsor, dengan 174 teridentifikasi. (Tim DVI Polda)
JawaPos.com - Tim DVI Polda Sumbar sudah menerima jenazah 200 korban meninggal dunia pasca bencana alam banjir bandang dan longsor. Dari angka tersebut, sebanyak 174 korban meninggal dunia sudah teridentifikasi. Sementara 26 korban lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh tim tersebut.
Berdasar data yang disampaikan kepada awak media, sebanyak 86 korban meninggal dunia teridentifikasi berjenis kelami laki-laki dan 87 lainnya perempuan. Sementara korban meninggal dunia yang belum teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 8 orang.
Selain itu, Tim DVI Polda Sumbar juga mendapatkan beberapa body part yang masih terus didalami. Mulai potongan paha, tungkai bagian bawah, dan kaki kanan. Proses identifikasi dilakukan oleh Polda Sumbar di beberapa Posko DVI yang tersebar di beberapa titik.
Yakni Posko DVI Padang, Posko DVI Agam, Posko DVI Pasaman Barat, dan Posko DVI Bukit Tinggi. Data itu mencatat bahwa jumlah korban meninggal dunia paling banyak berada di wilayah Agam. Fakta itu selaras dengan laporan korban meninggal dunia yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
”Wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak berada di Posko DVI Agam, yang menangani 106 jenazah. Dari jumlah tersebut, 103 korban sudah teridentifikasi, terdiri atas 45 laki-laki dan 61 perempuan,” bunyi keterangan resmi tersebut.
Selain melaporkan jumlah korban meninggal dunia yang diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sumbar, aparat kepolisian setempat juga menyampaikan bahwa sejauh ini masih ada 26 korban luka-luka yang tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
Rinciannya sebanyak 22 korban luka dirawat di RSUD Agama, 1 korban luka di RSUD Padang, dan 2 pasien di RSUD Rasidin Padang. Polda Sumbar memastikan akan terus bekerja untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban mengenai nasib sanak famili yang belum ditemukan.
”Setiap jenazah diperiksa dengan prosedur ketat, mulai dari pencocokan data antemortem dan postmortem, ciri fisik, rekam medis, hingga kemungkinan pemeriksaan DNA bila dibutuhkan,” lanjut keterangan itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022