Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi, menunjukkan titik-titik jaringan telekomunikasi yang terdampak banjir dan longsor di Aceh. (Septi Iklima Fadila Santi).
JawaPos.com – Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi mengatakan, sekitar 50 persen Base Transceiver Station (BTS) atau jaringan telekomunikasi di Aceh saat ini tidak terhubung (down). Hal ini akibat padamnya listrik di berbagai wilayah terdampak banjir.
Luthfi menyebut kondisi jaringan sangat fluktuatif dan berubah dari waktu ke waktu.
“Untuk statusnya yang down ada sekitar 50 persen. Data BTS memang fluktuatif, naik turun. Ini tergantung kondisi risk yang ada di wilayah tersebut,” kata Luthfi, dilansir dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Grouup) Rabu (3/12).
Menurut Luthfi, gangguan jaringan terjadi karena banyak BTS kehilangan pasokan listrik. Namun dia belum dapat memastikan, apakah kondisi itu sepenuhnya disebabkan banjir besar yang melanda Aceh pada Rabu lalu.
“Alarm menunjukkan BTS tidak terhubung karena listrik padam. Untuk dampak langsung dari banjir terhadap tower, kami belum mendapat update lengkap karena officer di lapangan juga belum bisa menembus beberapa daerah,” ujarnya.
Luthfi menambahkan, sejumlah BTS sejatinya memiliki genset untuk mendukung operasional, tetapi pemanfaatannya terkendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang belum stabil.
“Kami sudah menyampaikan ke BNPB dan Pak Sekda tadi malam. Nanti akan dibantu oleh Pertamina untuk koordinasi suplai BBM ke site-site yang butuh genset,” katanya.
Terkait estimasi pemulihan jaringan, Luthfi mengaku belum dapat memberikan kepastian.
“Saya belum bisa memastikan karena pemulihan sangat bergantung pada pasokan listrik. Teman-teman telekom juga sedang bergerak merapikan jaringan FO dan infrastruktur lainnya. Data lengkapnya ada di operator masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyalurkan 20 perangkat Starlink untuk memperkuat komunikasi darurat di wilayah terdampak. Namun distribusinya masih berlangsung.
“Enam unit masih dalam perjalanan menuju Aceh Tamiang melalui jalur laut karena akses darat belum tembus. Empat belas lainnya sudah kami aktifkan hari ini dan akan diserahkan ke Kominsa Aceh,” pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
