Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 November 2025 | 18.23 WIB

BNPB Pastikan Rumah Warga Terdampak Bencana Aceh-Sumut-Sumbar akan Diganti Pemerintah, ini Besaran Nominalnya!

Warga Takengon berdiri di antara kayu-kayu yang terbawa banjir dan longsor. (Jurnalisa untuk JawaPos.com) - Image

Warga Takengon berdiri di antara kayu-kayu yang terbawa banjir dan longsor. (Jurnalisa untuk JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah memastikan akan mengganti permukiman warga yang terdampak banjir besar di sejumlah wilayah Sumatera. Kepastian ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

Ia menegaskan, seluruh rumah yang mengalami kerusakan akan mendapatkan bantuan perbaikan maupun pembangunan ulang sesuai kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, penanganan hunian bagi korban bencana menjadi prioritas sesuai arahan Presiden.

“Skema bantuan untuk rumah sudah disiapkan. Presiden menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus diprioritaskan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (29/11).

Ia menjelaskan, besaran bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami warga. Menurutnya, rumah rusak ringan akan diberikan bantuan berupa uang Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, sementara rusak berat dipastikan akan dibangun kembali rumah secara penuh agar seluruh korban mendapatkan hunian layak tanpa terkecuali.

Selama status tanggap darurat, lanjut Suharyanto, warga ditempatkan di lokasi pengungsian dengan dukungan logistik dan pelayanan dasar. Di tempat tersebut, pemerintah menyediakan makanan, layanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan, serta pendampingan psikososial untuk pemulihan trauma.

“Pengungsian itu paling kuat seminggu atau dua minggu. Walau kebutuhan dasar dipenuhi, tetap harus ada opsi bagi warga untuk keluar dari lokasi pengungsian,” jelasnya.

Dalam mendukung perpindahan warga ke tempat tinggal yang lebih layak, pemerintah menyiapkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga per bulan yang dapat digunakan untuk menyewa rumah sementara.

Sementara, bagi warga yang tidak memiliki tempat kontrakan atau keluarga untuk ditumpangi, pemerintah juga menyediakan hunian sementara dalam bentuk unit layak huni hingga pembangunan rumah permanen selesai.

Sebagai informasi, korban meninggal dunia akibat bencana pada tiga provinsi tersebut mencapai 303 jiwa. Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan pemukiman dan terputusnya akses.

Sementara, Sebanyak 48.887 kepala keluarga mengungsi, terutama di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Sedangkan di Sumatera Barat, tercatat 11.820 kepala keluarga mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemudian, sebanyak 3.840 keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore