
Roni Suradi, 45 tahun, chef di SPPG Jatinegara 01 Jakarta Timur. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com — Di balik kepulan uap dan aroma masakan setiap pagi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatinegara 01, Jakarta Timur, ada sosok yang memilih jalan berbeda dari gemerlap karir kuliner.
Dialah Roni Suradi, 45 tahun, chef berpengalaman yang kini mendedikasikan ilmu dan kemampuannya untuk memasak bagi ribuan anak sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Padahal, jejak karir Roni sebelumnya penuh prestasi. Lebih dari 20 tahun ia mengabdi di Taman Safari Bogor, tepatnya Royal Safari Garden. Dari tempat itu, langkahnya melayang ke berbagai dapur besar di banyak kota.
“Saya lama pegang di Taman Safari Bogor, di Royal Safari Bogor itu kurang lebih 20 tahun sebagai chef. Dari situ saya langsung pindah di Jepara (Rumah Makan Koki Kita) terus di Semarang, Cikupa, Istana Nelayan, bahkan Shangri-La Hotel juga pernah,” kenangnya kepada JawaPos.com, Selasa (30/9).
Roni bukan sekadar juru masak. Ia pernah dikirim ke Jepang untuk studi banding, memperkenalkan masakan Indonesia sekaligus mendalami kuliner Jepang.
Bahkan, ia pernah mendapat bimbingan langsung dari Chef Juna Rorimpandey saat masih berkarir di Taman Safari. Sertifikat chef berbagai pelatihan turut ia kantongi, tersimpan rapi di rumah.
Namun seluruh gemerlap pengalaman itu ia tinggalkan saat mendengar kabar sederhana dari ponakannya: ada lowongan juru masak relawan di dapur MBG. Tanpa banyak pikir, ia menerima.
“Bagi saya sih nggak ada yang susah, yang penting niat ikhlas. Itu aja. Niat ikhlas dan bener-bener mau kerja untuk menyajikan masakan apapun. Kalau di hati kita enak, pasti di luar pun enak,” ujarnya.
Kini, Roni memimpin tim kecil beranggotakan enam hingga tujuh orang. Ada yang masih baru di dunia dapur, ada pula yang sudah berpengalaman.
Tantangan terbesarnya bukan soal menu atau jumlah porsi, melainkan melatih kedisiplinan anak-anak muda.
“Tapi saya nyadari, namanya anak baru di dapur, lama-lama juga adaptasi,” katanya sambil tersenyum.
Setiap hari, Roni dan timnya menyiapkan 3.960 porsi makanan MBG. Baginya, tugas itu bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan.
“Saya merasa bahagia, apalagi kalau anak-anak bilang ‘terima kasih, pak.’ Wah, senang sekali, sangat menghibur,” tuturnya.
Meski dapurnya kini jauh dari kemewahan hotel berbintang, semangat Roni justru semakin menyala. Ia berharap program MBG terus berkembang.
“Mudah-mudahan dengan adanya makanan gratis ini makin maju, makin ditingkatkan menunya. Supaya anak-anak semuanya senang, dan jangan sampai ada kendala seperti keracunan atau yang lain,” harapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
