
Ilustrasi buruh menuntut kenaikan UMP. ada 4 faktor yang mempengaruhi perubahan besaran UMP tiap tahun. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Setiap akhir tahun, jutaan pekerja di Indonesia selalu menanti pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP).
Angkanya bisa melonjak, tapi kadang hanya naik tipis hingga memicu pertanyaan, sebenarnya apa yang membuat UMP berubah-ubah?
Ternyata, penentuan UMP bukan hal sederhana. Ada rumus baku, kondisi ekonomi, hingga dinamika sosial yang ikut menggerakkan angkanya.
Di balik penetapannya, UMP dipengaruhi serangkaian faktor yang saling berkaitan. Mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah, sampai tekanan serikat buruh, semuanya bisa membuat besaran UMP bergerak naik atau melambat.
Pemerintah pun punya peran krusial lewat regulasi yang mengikat seluruh provinsi. Berikut 4 faktor yang seringkali jadi penyebab naik turunnya UMP di Indonesia, seperti dirangkum dari laman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Pemerintah adalah pihak yang menentukan arah kenaikan UMP melalui peraturan resmi. Saat ini, pedoman utamanya adalah PP Nomor 51 Tahun 2023 yang mencantumkan formula wajib dalam menghitung UMP.
Rumus tersebut bersifat mengikat, sehingga semua provinsi harus menggunakannya tanpa pengecualian.
Artinya, berapa pun tuntutan yang muncul, angka akhirnya tetap harus sesuai dengan formula tersebut. Inilah fondasi utama yang membuat UMP bisa naik atau bergerak terbatas.
Inflasi menjadi salah satu faktor paling berpengaruh dalam naik turunnya UMP. Inflasi menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa, sehingga pemerintah memasukkannya ke dalam rumus UMP supaya daya beli pekerja tetap terjaga.
Jika harga kebutuhan meningkat, secara otomatis UMP juga harus menyesuaikan. Misalnya, ketika inflasi suatu provinsi mencapai 6 persen, kenaikan UMP hampir pasti akan berkisar pada nilai tersebut.
Karena itu, inflasi menjadi variabel yang benar-benar menentukan arah pergerakan UMP setiap tahunnya.
Selain inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah juga sangat berpengaruh. Angka ini menunjukkan kemampuan ekonomi lokal dalam mendukung kenaikan upah.
Jika pertumbuhan ekonomi positif dan kuat, pemerintah menilai dunia usaha lebih mampu membayar gaji lebih tinggi.
Namun, ketika ekonomi melambat, ruang kenaikan UMP pun mengecil. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi menjadi dua variabel inti dalam formula resmi yang menentukan seberapa besar UMP bisa meningkat setiap tahun.
Meski sudah ada formula, suara serikat buruh tetap memainkan peran besar. Mereka kerap menuntut kenaikan lebih tinggi dengan dasar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) aktual, yaitu biaya minimum untuk memenuhi kebutuhan harian pekerja.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
