
Diskusi bertema “Strengthening Capacity Building of Manggala Agni to Reduce Forest Fire and GHG Emission in Indonesia” di sela-sela COP30 UNFCCC di Belem, Brasil, pada Selasa, 18 November 2025.
JawaPos.com - Guna meredam kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi serta penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) melakukan penguatan kapasitas Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni.
Komitmen ini disampaikan dalam forum internasional dengan tema “Strengthening Capacity Building of Manggala Agni to Reduce Forest Fire and GHG Emission in Indonesia” yang diselenggarakan di sela-sela COP30 UNFCCC di Belem, Brasil, pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan global dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mitigasi perubahan iklim.
Pengendalian kebakaran hutan menjadi sangat penting dalam konteks mitigasi perubahan iklim karena sektor kehutanan dan penggunaan lahan merupakan penyumbang besar emisi GRK nasional. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang 63,70% dari total emisi GRK, dan 43,22% di antaranya berasal dari kebakaran gambut.
Namun, melalui perbaikan tata kelola, restorasi gambut, penguatan satuan tugas, dan peningkatan kapasitas Manggala Agni serta para pihak lainnya, angka ini berhasil ditekan sangat signifikan. Pada tahun 2022, emisi GRK dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan turun menjadi hanya 18% dari total emisi nasional, dan porsi emisi dari kebakaran gambut tercatat 4,6% (Sumber: Laporan IGRK dan MPV Indonesia Tahun 2022).
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah menjadi ancaman global yang semakin kompleks akibat perubahan iklim. Laporan IPCC memperingatkan bahwa kenaikan suhu global akan meningkatkan frekuensi, luas, dan keparahan kebakaran hutan, menjadikannya semakin sulit untuk diatasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara di dunia telah berkomitmen untuk mengatasi masalah ini, yang tercermin dalam diluncurkannya Call to Action on Integrated Fire Management and Wildfire Resilience pada Belem Summit Climate 2025, yang didukung oleh 62 negara, termasuk Indonesia.
Diskusi bertema “Strengthening Capacity Building of Manggala Agni to Reduce Forest Fire and GHG Emission in Indonesia” di sela-sela COP30 UNFCCC di Belem, Brasil, pada Selasa, 18 November 2025.
Selain itu, Global Fire Management Hub yang diluncurkan pada 8th International Wildland Fire Conference 2023 di Portugal bertujuan untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam penerapan manajemen kebakaran terpadu dengan fokus pada lima pilar utama: berbagi pengetahuan, penguatan kapasitas, pengurangan risiko kebakaran dan peringatan dini, komunitas tahan kebakaran, dan dukungan kebijakan manajemen kebakaran terpadu.
"Dalam rangka menjaga profesionalisme dan kompetensi Manggala Agni, Indonesia selalu terbuka untuk memperkuat kerja sama antar negara dan mitra internasional salah satunya melalui pengembangan program peningkatan kapasitas. Kami berharap pencapaian dan pembelajaran yang diperoleh dari implementasi Integrated Fire Management (IFM) dapat memberikan kontribusi yang lebih luas, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga dalam skala global", terang Thomas.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam pernyataan sebelumnya menyampaikan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif dan terkendali, di tahun pertama Presiden Prabowo Subianto, karhutla dari tahun sebelumnya di 2024 yakni sekitar 376 ribu hektare, kini menjadi sekitar 213 ribu hektar.
Forum ini menghadirkan empat narasumber utama: Israr Albar (Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan), Lara Steil (Forestry Officer for Integrated Fire Management, FAO), Song Minkyung (Research Official, National Institute of Forest Science/NIFoS, Republik Korea), Kubo Hideyuki (Chief Advisor Program Community Movement on Forest Prevention, JICA).
Dalam upaya mengatasi peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan yang diperkirakan akan meningkat secara signifikan akibat perubahan iklim, seperti yang diprediksi oleh UNEP, Indonesia terus memperkuat kapasitas Manggala Agni sejak dibentuk tahun 2002 melalui berbagai program pengembangan yang melibatkan mitra internasional, termasuk JICA, ITTO, GCF REDD+, dan Korea Forest Service.
Selain itu, dalam skala global, FAO melalui Global Fire Management Hub telah memperkenalkan berbagai inisiatif untuk memperkuat kapasitas negara-negara dalam penerapan manajemen kebakaran terpadu (IFM), termasuk pengembangan alat penilaian IFM dan layanan peringatan dini kebakaran.
Pada skala nasional, kerja sama dengan JICA berperan penting melalui program Community-Based Fire Management di beberapa provinsi, yang bertujuan mengurangi hotspot dan melibatkan masyarakat dalam pencegahan kebakaran.
Kerja sama nasional lainnya dilakukan dengan Korea Forest Service untuk pengembangan sistem pengendalian kebakaran hutan berbasis ICT di Sumatera Selatan juga terus berjalan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca serta mewujudkan markas Manggala Agni sebagai Center of Excellence dalam bidang kebakaran hutan dan lahan. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian kebakaran hutan, mengurangi dampak perubahan iklim, dan mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
