AKBP Heru Waluyo (kiri) peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II T.A, 2025 yang mengusulkan proyek perubahan strategis berupa penerapan program sertifikasi bagi anggota KKEP.(Istimewa)
JawaPos.com - Komisi Kode Etik Polri (KKEP) diusulkan menerapkan program sertifikasi bagi seluruh anggotanya. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan konsistensi dalam penegakan etik di tubuh Polri.
Inisiasi ini digagas oleh AKBP Dr. Heru Waluyo, SH, MH, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II T.A. 2025, sebagai bentuk jawaban atas kompleksitas tugas KKEP yang kian menuntut standar kompetensi yang jelas dan terukur.
KKEP memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah Polri. Namun, berbagai tantangan masih membayangi, mulai dari perbedaan pemahaman terkait prinsip etik hingga belum adanya standar kelayakan anggota yang bersifat baku.Situasi inilah yang mendorong perlunya peningkatan kualitas SDM di dalam komisi tersebut.
Menurut Heru, sertifikasi menjadi solusi penting agar proses penegakan etik lebih konsisten dan kredibel.
"Saat ini belum adanya standar baku dalam menentukan kelayakan dan kapabilitas anggota KKEP sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan dalam proses penegakan etik. Karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas yang terukur dan diakui institusional," ujar Heru, Selasa (18/11).
Melalui proyek perubahan yang tengah disusunnya, Heru merancang standar kompetensi yang terukur dan terstruktur untuk menjadi acuan nasional. Standar ini nantinya digunakan dalam proses seleksi, pembinaan, dan pengembangan seluruh anggota KKEP.
Dengan adanya sertifikasi, pemeriksaan etik diharapkan dapat berlangsung secara lebih objektif, adil, dan profesional. Tak hanya memperkuat mekanisme internal, Heru menilai program ini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
"Proyek ini bersifat strategis karena mendukung agenda reformasi kultural Polri serta menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan internal yang kredibel dan berintegritas," katanya.
Heru menegaskan bahwa proyek ini merupakan implementasi nyata dari Program PRESISI Kapolri, khususnya dalam hal pembentukan SDM unggul dan penguatan fungsi pengawasan.
Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri juga dikabarkan telah menindaklanjuti arahan Kapolri dengan mempersiapkan langkah-langkah penguatan SDM melalui pelatihan dan skema sertifikasi bagi anggota KKEP.
"Dengan hadirnya standar kompetensi yang jelas dan proses sertifikasi yang terstruktur, diharapkan penegakan kode etik di tubuh Polri dapat semakin kredibel, berintegritas, dan sejalan dengan visi Polri sebagai institusi yang modern, dapat dipercaya, serta mengedepankan nilai-nilai profesionalitas," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022