
Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair. (Pexels)
JawaPos.com-Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mengaku kaget ketika nama mereka mendadak hilang dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Namun, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa hal ini bukan tanpa alasan.
Menurut Kemensos, penghapusan penerima PKH bisa terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari kondisi ekonomi keluarga yang sudah membaik hingga data kependudukan yang tidak valid.
Pemerintah memastikan proses ini dilakukan secara berkala agar bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
1. Kondisi ekonomi membaik
Keluarga yang sudah tidak tergolong miskin ekstrem atau dinilai mampu memenuhi kebutuhan dasar akan dikeluarkan dari daftar penerima. Tujuannya agar bantuan bisa dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
2. Data tidak valid atau bermasalah
Kesalahan pada Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), atau status kependudukan yang tidak sinkron dengan data Dukcapil sering menjadi penyebab data penerima dinyatakan tidak valid.
3. Tidak memenuhi kewajiban program
Penerima PKH wajib mematuhi sejumlah ketentuan, seperti memastikan anak bersekolah dan anggota keluarga rutin memeriksakan kesehatan. Jika kewajiban ini diabaikan, nama penerima bisa otomatis dikeluarkan dari sistem bantuan.
Bagi masyarakat yang merasa berhak namun namanya dihapus, pengajuan ulang tetap bisa dilakukan dengan dua cara mudah:
1. Melalui Kantor Desa atau Kelurahan
Datangi kantor desa/kelurahan terdekat. Bawa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan dokumen pendukung lainnya. Sampaikan permohonan agar data Anda diusulkan kembali sebagai penerima bantuan dan petugas akan membantu menginput data ke sistem Kemensos.
2. Lewat Aplikasi Cek Bansos
Unduh Aplikasi Cek Bansos di Google Play Store dan daftarkan akun dengan NIK KTP, nomor KK, dan foto selfie. Pilih menu “Usul” untuk mengajukan permohonan baru kemudian lengkapi data dan unggah dokumen yang diperlukan, lalu klik 'Kirim' dan tunggu proses verifikasi dari Dinas Sosial setempat.
3. Pastikan Data Kependudukan Valid

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
