
Ilustrasi pembagian kupon bansos di Jakarta. (dok. Jawa Pos/Fedrik Tarigan)
JawaPos.com-Menjelang akhir tahun, kabar gembira datang bagi para penerima manfaat bantuan sosial (KPM). Pemerintah mulai menyalurkan kembali berbagai program bansos reguler dan tambahan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Sosial atau BLT Kesra.
Bansos ganda terjadi di sejumlah daerah, ketika beberapa jenis bantuan cair hampir bersamaan dan diterima dalam satu kartu.
Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 4 untuk periode Oktober–Desember 2025 kini berlangsung secara bertahap. Beberapa bank Himbara seperti BRI, BSI, Mandiri, dan BNI, menjadi penyalur utama.
Bank BRI melaporkan bahwa saldo PKH dan BPNT mulai masuk di KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) lama. Bank Mandiri dan BSI juga mencatat pencairan bansos reguler berjalan lancar. Sementara BNI masih menunggu jadwal pencairan menyusul bank-bank lain.
Bagi sebagian keluarga, pencairan bansos tahap akhir tahun ini menjadi momen penting untuk memenuhi kebutuhan menjelang libur panjang dan akhir tahun.
Penerima KKS Merah Putih, hasil peralihan penyaluran dari PT Pos Indonesia, mengalami hal menarik. Banyak dari mereka menerima saldo ganda karena akumulasi bantuan yang belum sempat cair di periode sebelumnya.
Beberapa KPM bahkan melaporkan saldo hingga Rp5 juta lebih, hasil penebalan dari PKH, BPNT tahap 2 dan 3, serta tambahan BLT Kesra Rp 900.000 untuk alokasi tiga bulan.
Fenomena ini menunjukkan efektivitas migrasi sistem penyaluran bansos melalui KKS baru, sekaligus memberi napas lega bagi masyarakat yang selama ini menunggu pencairan tertunda.
Selain bansos reguler, pemerintah juga menyalurkan BLT Kesra sebesar Rp 900.000 untuk masyarakat dalam Desil 1 hingga Desil 4, yakni kelompok kesejahteraan terendah.
Penerima dengan KKS aktif mendapatkan bantuan ini langsung melalui bank Himbara, sedangkan mereka yang belum memiliki KKS akan disalurkan lewat PT Pos Indonesia mulai akhir November hingga Desember 2025.
Tak hanya itu, distribusi bantuan pangan tambahan juga tengah berlangsung. Penerima BPNT berhak atas beras dan minyak goreng empat liter, yang menjadi tambahan dukungan bagi kebutuhan rumah tangga.
Pemerintah terus menegaskan bahwa bansos bersifat sementara dan berskala kebutuhan, bukan pendapatan tetap. Melalui petunjuk teknis terbaru, kepesertaan PKH dibatasi maksimal lima tahun untuk warga usia produktif.
Setelah itu, mereka diharapkan beralih ke program pemberdayaan ekonomi seperti Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), yang memberikan modal usaha hingga Rp5 juta bagi KPM yang siap mandiri.
Bagi yang ekonominya sudah membaik, pemerintah mendorong langkah Graduasi Mandiri, mengundurkan diri secara sukarela agar kuota bansos dapat diberikan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
Langkah ini bisa diajukan melalui pendamping sosial PKH di wilayah masing-masing.
Fenomena bansos ganda di akhir tahun menunjukkan bagaimana program pemerintah kini makin terpadu, antara PKH, BPNT, dan BLT Kesra, dengan sistem penyaluran yang lebih efisien.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
