
Sejumlah kendaraan khusus (Ransus) Jeep Maung MV3 Pindad melakukan konvoi dari Makodim 0733/Kota Semarang menuju Muladi Dome Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/3/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan kendaraan taktis (rantis) Maung produksi PT Pindad sebagai mobil nasional. Ia berharap, langkah tersebut benar-benar terwujud karena selama ini Indonesia belum memiliki mobil nasional yang lahir dari kemampuan industri dalam negeri.
“Saya kira sangat bagus. Dalam sejarah otomotif kita, Indonesia belum pernah punya mobil nasional,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (29/10).
“Dulu ada Timor, tapi itu dari Korea. Bimantara juga dari Hyundai. Pak Habibie sempat merencanakan mobil Maleo, tapi tidak jadi. Terakhir Esemka, tapi sekarang juga tidak ada. Jadi, saya berharap Presiden bisa mewujudkan mobil Maung sebagai mobil nasional,” sambungnya.
Hasanuddin mendukung jika Maung Pindad segera diproduksi massal. Namun, ia mengingatkan agar proses tersebut disertai dengan konsep besar yang matang, termasuk strategi pemasaran dan sistem purna jual di seluruh daerah.
“Kalau nanti Maung diproduksi massal, tentu harus ada konsep besar. Marketing dan jaringan purna jualnya harus siap. Penjualan suku cadang juga penting, terutama di daerah,” ujarnya.
Hasanuddin menilai, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mobil Maung tidak harus langsung mencapai 100 persen. Menurutnya, yang terpenting Maung menjadi simbol nyata karya anak bangsa yang membanggakan Indonesia.
“Walaupun mungkin kandungannya belum 100 persen dalam negeri, itu tidak masalah. Tidak ada satu pun produk otomotif di dunia ini yang sepenuhnya buatan dalam negeri. Yang penting, Maung harus menjadi karya anak bangsa yang membanggakan Indonesia,” paparnya.
Dari sisi pertahanan dan kemandirian industri, Hasanuddin menilai keberadaan Maung sangat penting karena dapat menjadi tonggak awal kemandirian industri otomotif nasional yang kompetitif.
“Kalau ada produk Indonesia sekelas jeep dan harganya kompetitif dibanding mobil luar, itu akan jadi keunggulan tersendiri,” ungkapnya.
Ke depan, ia menilai kelas jeep Maung bisa dikembangkan menjadi kendaraan angkutan sedang dengan sedikit modifikasi.
“Potensinya besar, dan kita patut bangga serta berdoa agar program ini berhasil,” tuturnya.
Hasanuddin juga menilai peluang kolaborasi dengan pihak swasta, baik dalam maupun luar negeri, tetap perlu dibuka untuk memperkuat kualitas dan daya saing produk.
“Produk berteknologi tinggi memang sulit dikerjakan sendiri. Bahkan pesawat Boeing pun tidak sepenuhnya dibuat sendiri. Jadi, kolaborasi dengan swasta dalam negeri maupun asing sangat mungkin dilakukan, selama tujuannya memperkuat industri nasional,” terangnya.
Terkait pembiayaan, anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan itu menekankan, kendaraan untuk kebutuhan militer akan dibiayai melalui anggaran pertahanan. Sementara untuk versi sipil, sebaiknya melibatkan pihak swasta agar tidak membebani keuangan negara.
“Untuk kendaraan militer, biayanya berasal dari anggaran pertahanan. Sementara versi sipil sebaiknya melibatkan pihak swasta agar proses produksi dan penjualannya bisa menjangkau pasar lebih luas,” pungkasnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
