
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berkunjung ke kantor Kementerian Kehutanan di Jakarta (28/10). (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berkunjung ke kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Jakarta (28/10). Purbaya diterima langsung oleh Menhut Raja Juli Antoni. Dalam kesempatan itu, Purbaya mengenang pengalamannya dikepung asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat di dalam helikopter.
Purbaya menceritakan pada 2016 lalu kasus Karhutla di Indonesia cukup besar. Dia merasakan sendiri ngerinya dikepung asap Karhutla. Dia bersyukur Kemenhut beserta pihak terkait lainnya mampu menekan angka Karhutla tahun ini.
Purbaya menceritakan pada tahun 2016, terjadi kebakaran hutan yang besar. Purbaya beranggapan bahwa kebakaran hutan yang besar tersebut akan terus terjadi setiap tahun, sampai sekarang.
“Kita ingat 2016 ada kebakatan hutan besar-besaran. Saya naik helikopter dengan asap di sekeliling saya nggak bisa apa-apa itu ngeri banget. Saya pikir dulu, itu setiap tahun akan ada, tapi sekarang hampir nggak ada,” jelas Purbaya.
Namun, dia bersyukur pada tahun ini Karhutla dapat ditekan dengan baik. Dia menilai hal ini dikarenakan adanya manajemen kehutanan yang baik di bawah kepemimpinan Menhut Raja Juli Antoni. “Artinya manajemen kehutanan sangat baik, ini saya puji dan saya perlu hargai keberhasilan Pak Menteri,” kata Purbaya.
Dalam kesempatan tersebut, Menhut Raja Juli Antoni mengatakan angka Karhutla tahun ini menurun dibandingkan tahun 2024. Dia menyebut hal ini berkat kerjasama dan kolaborasi seluruh pihak yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Angka (Karhutla) di tahun 2024 angkanya 376 ribu hektare. Tahun ini turun menjadi 213 ribu hektare dan tren terus turun,” ungkap Raja.
Menanggapi pernyataan Raja soal luasan Karhutla yang terus turun itu, Purbaya menyebut dirinya meyakini angka karhutla akan terus jauh lebih kecil. “Tapi yang saya lihat sih pasti lebih kecil jauh. Karena negara tetangga kita nggak protes lagi, saya kira ini indikatornya,” tutur Purbaya.
Seperti diketahui luasan Karhutla tahun ini memang turun. Upaya pengendalian Karhutla yang dilakukan diantaranya adalah pemadaman langsung. Kemudian juga lewat modifikasi cuaca atau hujan buatan. Selain itu cuaca tahun ini yang bersifat kemarau basah, juga berdampak pada menurunnya angka karhutla.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
