
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi dalam Media Briefing Rutin di Pressroom Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (17/10). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah bersilang pendapat dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias Kang Demul (KDM).
Silang pendapat itu bermula dari soal dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengendap sejumlah Rp 4,17 triliun.
Purbaya mengetahui adanya dana Pemda yang mengendap di bank usai mendapatkan data dari Bank Indonesia (BI). Purbaya meyakini dana tersebut valid, sehingga meminta para gubernur untuk memeriksa kembali data mereka.
"Itu data dari BI, itu dicek sama BI, harusnya betul seperti itu. Mereka harus cek lagi seperti apa dana di perbankan mereka," kata Purbaya di Kemenkeu, Jakarta, Rabu (22/10).
Purbaya menegaskan, data yang dimiliki BI dipastikan valid, khususnya terkait dana pemda yang tersimpan di perbankan. Sebab, BI menerima laporan keuangan secara rutin dari perbankan, sehingga ia meyakini akurasi data tersebut.
“Itu kan data dari bank sentral, laporan dari bank yang disampaikan setiap saat ke BI. Harusnya itu yang betul,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendatangi kantor BI di kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/10).
Kedatangannya untuk memastikan kebenaran informasi mengenai dana triliunan rupiah milik Pemprov Jabar yang disebut mengendap di bank.
Dedi menegaskan tidak ada dana sebesar itu yang mengendap. Ia menjelaskan, perbedaan data disebabkan oleh perbedaan waktu pelaporan antara Kemendagri dan BI. “Adapun data dari BI itu adalah data pelaporan keuangan per 30 September,” tuturnya.
Perdebatan KDM dengan Purbaya, rupanya bukan kali ini saja. KDM tidak ikut saat 18 gubernur ramai menyampaikan protes kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD).
Mereka yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu datang langsung ke kantor Kemenkeu di Jakarta Pusat, Selasa (7/10).
Mereka yang datang di antaranya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, hingga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Namun, tak ada KDM dalam pertemuan para gubernur dengan Menkeu Purbaya. Padahal, pertemuan itu membahas penurunan TKD pada APBN 2026.
Pemerintah awalnya hanya menganggarkan dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 650 triliun untuk tahun depan, atau lebih rendah 29 persen dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp 919 triliun.
Kebijakan itu sempat memicu gejolak di daerah, lantaran banyak pemerintah daerah langsung menaikkan tarif pajak secara signifikan untuk menutup potensi kekurangan anggaran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022