
Pelaku UMKM halal ikut berpartisipasi dalam ajang STQH 2025 di Kendari. Perputaran uang agenda nasional ini mencapai Rp 400 miliar. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Gelaran Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) 2025 di Kendari membawa berkah bagi pelaku UMKM setempat. Selama sepekan lebih pagelaran, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp 400 miliar lebih. Membuktikan bahwa agenda keagamaan tidak hanya kegiatan syiar, tetapi juga menggerakkan ekonomi.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara mencatat, total omzet perdagangan selama kegiatan berlangsung diperkirakan menembus lebih dari Rp 8 miliar di area pameran utama. Sedangkan potensi perputaran uang di seluruh Kendari bahkan bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
Kepala Disperindag Sulawesi Tenggara Rony Yakub Laute mengatakan, estimasi tersebut didasarkan pada rata-rata pendapatan harian pelaku usaha yang berpartisipasi di arena STQH. “Kita prediksi satu UMKM meraih omzet sekitar Rp 3 juta per hari. Jika dikalikan sembilan hari dan 300 UMKM, hasilnya sekitar Rp 8 miliar. Itu baru yang tercatat di area STQH saja,” ujarnya (19/10).
Dia menambahkan, angka tersebut belum termasuk perputaran uang dari sekitar 16.600 pelaku UMKM di Kendari yang turut merasakan dampak positif selama pelaksanaan STQH. “Jika seluruhnya dihitung, potensi peredaran uang bisa menembus lebih dari Rp 400 miliar,” jelasnya.
Menurut Rony, kegiatan nasional seperti STQH memiliki efek ganda (multiplier effect). Efeknya sangat besar, karena ikut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan industri oleh-oleh.
“UMKM kita mulai bergairah, hotel-hotel penuh, penjualan oleh-oleh meningkat," ungkapnya. Sehingga ajang STQH menjadi momentum ekonomi yang besar. Karena acara sebesar ini mungkin baru akan didapatkan lagi 30 tahun ke depan.
Dari ribuan pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara, sekitar 300 usaha berpartisipasi langsung dalam pameran STQH di Kompleks Eks MTQ Kendari. Produk unggulan daerah seperti tenun dan anyaman nentu dari Lohia, Kabupaten Muna, menjadi primadona bagi pengunjung dari berbagai provinsi. Produk tersebut merupakan bagian dari program One Village One Product (OVOP) dan masih berstatus binaan provinsi.
Selain menjadi sarana promosi, ajang ini juga memperkenalkan pelaku usaha pada sistem transaksi digital berbasis QRIS. “Ke depan kami akan lakukan pembinaan lanjutan karena sistem transaksi digital sudah menjadi keharusan. Ini penting untuk menyongsong acara berskala nasional berikutnya di Sulawesi Tenggara,” kata Rony.
Bank Indonesia turut mendukung pelaksanaan pameran dengan menyediakan 50 booth tambahan bagi produk kriya dan UMKM binaan, sekaligus menerapkan sistem pembayaran digital untuk mencatat transaksi secara transparan dan efisien.
“Dengan sistem digital, kita bisa mengetahui perputaran uang selama kegiatan berlangsung. Data itu sangat penting untuk evaluasi dan pengembangan UMKM ke depan,” jelas Rony.
Peningkatan okupansi hotel, lonjakan permintaan transportasi, hingga ramainya pusat oleh-oleh menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan berskala nasional dapat menghasilkan dampak ekonomi yang luas. Disperindag Sultra menilai, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan tersebut.
“Kalau ini bisa kita kelola dengan baik, dampak STQH tidak hanya terasa selama acara, tetapi juga bisa menjadi pijakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi UMKM di Sulawesi Tenggara,” tutup Rony.
Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Ahmad Zayadi menilai pameran UMKM di ajang STQH merupakan bentuk nyata sinergi antara dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.
“STQH tidak sekadar lomba tilawah, tetapi juga wahana untuk menunjukkan wajah Islam yang produktif dan berdaya saing," jelasnya. Ketika dakwah bertemu dengan ekonomi kreatif, nilai keagamaan menemukan relevansinya dalam kehidupan nyata masyarakat.
Zayadi berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat pasca-STQH agar dampak positifnya berkelanjutan. “Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari keberlanjutan program keagamaan,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022