
Sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini di hadapan siswa Madrasah Aliyah se-Kota Kendari yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag).
JawaPos.com - Secara nasional angka pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur mengalami penurunan. Meskipun begitu Kementerian Agama (Kemenag) terus sosialisasi menikah sesuai aturan, termasuk menghindari pernikahan di bawah umur.
Upaya sosialisasi menghindari pernikahan di bawah umur itu diantaranya melibatkan anak-anak usia sekolah. Sekitar 1.500 murid madrasah Aliyah se-Kota Kendari mendapatkan pembekalan tentang pernikahan. Acara tersebut digelar di tengah ajang Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Nasional 2025.
Data dari Kemenag menyebutkan Angka perkawinan anak di Indonesia terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Kemenag mencatat, pada 2022 terdapat 8.804 pasangan di bawah usia 19 tahun yang menikah.
Jumlah ini turun menjadi 5.489 pasangan pada 2023. Lalu kembali menurun menjadi 4.150 pasangan pada 2024.
Kepala Subdirektorat Keluarga Sakinah, Kemenag Zudi Rahmanto mengatakan upaya sosialisasi cegah nikah usia dini dilakukan lewat kampanye Gerakan Sadar Pencatatan Nikah.
Selain itu juga untuk sosialisasi bahwa pernikahan harus dilakukan secara resmi. Yaitu dicatatakan di kantor urusan agama (KUA).
Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan Kemenag, sebagai merupakan langkah konkret untuk memperkuat perlindungan hukum bagi keluarga Indonesia.
Menurut dia pernikahan yang tercatat bukan hanya sah secara hukum negara. Tetapi juga menjamin perlindungan bagi perempuan dan anak.
"Kesiapan menikah bukan soal usia, tapi kematangan tanggung jawab,” tuturnya.
Zudi menambahkan, isu pencegahan pernikahan anak kini menjadi bagian penting dalam pembangunan beragama yang maslahat. Melalui kerja sama dengan madrasah, pesantren, dan komunitas pelajar, Kemenag terus memperkuat bimbingan perkawinan (Bimwin) dan literasi keluarga.
“Kalau keluarga kuat, masyarakat juga kuat. Dan kalau masyarakat kuat, negara akan kokoh,” pungkasnya.
Pencegahan pernikahan di bawah umur juga dilakukan lewat bimbingan remaja usia sekolah (BRUS). Program ini menyasar siswa sekolah menengah untuk membekali mereka dengan wawasan seputar pernikahan, kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan, program BRUS telah menjadi bagian penting dari upaya Kemenag dalam mencegah kawin anak.
“Melalui BRUS, kami menanamkan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum memasuki usia pernikahan. Ini langkah strategis dalam membangun keluarga yang berkualitas sejak dari hulunya,” ujar Abu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
