
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno (dua dari kanan) membuka STQH Nasional 2025 di Kota Kendari. (Humas Kemenko PMK)
JawaPos.com-Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Quran dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII di Kota Kendar malam. Dia mengatakan kader-kader Islam sudah waktunya kembali ikut membangun peradaban dengan memadukan iman dan akal.
Mantan Rektor UGM itu mengatakan, Islam bukan sebuah agama yang anti kemajuan ilmu pengetahuan. Justru Islam mendorong umatnya jadi pelopor inovasi yang berakhlak mulia.
Dia menceritakan Islam pernah jadi mercusuar ilmu pengetahuan dunia. Mantan Mensesneg itu mengingatkan bahwa para ilmuwan Muslim masa lalu bukan hanya ahli di bidang sains dan teknologi. Tetapi juga penghafal Alquran dan mampu memadukan iman dan akal dalam membangun peradaban besar.
“Ini bukti bahwa iman dan akal dapat bersinergi membangun peradaban,” ujar Pratikno.
Pada kesempatan itu Pratikno mengajak generasi muda Islam untuk terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas. Menurut dia, kemajuan harus dijadikan sarana memperkuat syiar Islam di tingkat global.
“Kemajuan tanpa akhlak ibarat pedang tajam di tangan orang yang matanya tertutup," kata Pratikno.
Untuk itu menurut dia, Alquran dan Hadis berperan sebagai kompas moral abadi dalam mengarungi kehidupan umat manusia. Dia menegaskan Islam tidak pernah anti terhadap kemajuan. Tetapi mendorong umatnya menjadi pelopor inovasi yang berpijak pada nilai-nilai akhlakul karimah.
Dalam kesempatan yang sama Menag Nasaruddin Umar menilai STQH Nasional bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan. Tetapi menjadi wasilah spiritual untuk menyemai generasi Qurani yang unggul, tangguh, dan cinta lingkungan.
Menurut dia tema besar STQH yakni Syiar Al-Qur'an dan Hadis: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan, hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan zaman. Termasuk meningkatnya ketegangan sosial dan krisis ekologis.
“Al-Qur'an dan Hadis hadir sebagai suara kenabian yang menyeru pada kasih sayang dan harmoni,” ujar Nasaruddin Umar.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
