
Ilustrasi: teror bom
JawaPos.com - Aksi teror menyasar sekolah kembali terjadi. Kali ini di North Jakarta Intercultural School (NJIS), di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Ancaman bom itu diterima melalui pesan WhatsApp. Pelaku pun sempat meminta tebusan USD 30 ribu.
Merespons teror itu, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakut dan Polda Metro Jaya bergerak ke NJIS. Mereka mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Polda Metro Jaya. Tim itu langsung melakukan penyisiran di sekolah tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan alias nihil.
”Tidak ditemukan adanya benda-benda yang dicurigai, situasi aman dan kondusif,” ungkap Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (8/10).
Berdasar informasi dari Polres Metro Jakut, total sebanyak 21 personel jibom dikerahkan ke NJIS. Mereka melakukan penyisiran sejumlah titik vital. Mulai ruang kelas, laboratorium, kantin, dan area bermain. Penysiran dilakukan menggunakan peralatan deteksi khusus. Setelah pemeriksaan secara intensif, personel jibom memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” kata dia.
Teror itu diterima oleh pihak sekolah pada dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. Seto menyebut, teroro itu masuk melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan bernada teror itu turut disampaikan permintaan uang tebusan sebanyak USD 30 ribu yang harus dikirim menggunakan aset crypto ke salah satu wallet address yang kini tengah didalami.
Meski hasil penyisiran personel jibom tidak ada bahan peledak atau benda mencurigakan di lokasi tersebut, polisi tetap meningkatkan patroli di sekitar sekolah. Bahkan sekolah-sekolah internasional lain di wilayah Jakut turut menjadi objek patroli. Kapolres Metro Jakut Kombes Erick Frendriz menyampaikan hal itu kepada awak media.
"Langkah selanjutnya yang kami lakukan yaitu di tempat kami ada 6 sekolah internasional yang tentunya akan kami laksanakan pengamanan baik terbuka maupun tertutup. Terbuka itu pakaian dinas, tertutup berarti pakaian bukan dinas. selanjutnya lagi kami juga akan tetap melaksanakan patroli,” kata dia.
Sebelumnya, teror bom ke sekolah internasional juga sempat terjadi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang. Saat itu teror bom diarahkan ke Jakarta Nanyang School yang berada di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan Mentari Intercultural School di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangsel.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
