Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 20.19 WIB

Senioritas Tak harus jadi Pertimbangan Jabatan, ISESS: Presiden Ingin Perwira Berprestasi di Jabatan Strategis

Presiden Prabowo memberikan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama dan Samkaryanugraha di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta, Kamis (2/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Presiden Prabowo memberikan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama dan Samkaryanugraha di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta, Kamis (2/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mengizinkan panglima TNI dan seluruh kepala staf tidak selalu menjadikan senioritas sebagai pertimbangan untuk menyeleksi pimpinan di tubuh TNI.

Menurut pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, arahan itu merupakan penegasan dari Presiden Prabowo agar jabatan strategis TNI murni diisi perwira berprestasi tanpa melihat angkatan atau masa dinas.  

”Pernyataan presiden itu intinya adalah dorongan untuk mengubah cara TNI bergerak, baik dari sisi kepemimpinan maupun bentuk organisasi. Pesan soal promosi yang tidak harus mengikuti senioritas menunjukkan bahwa presiden ingin jabatan strategis diisi oleh perwira yang memang berprestasi, relevan dengan kebutuhan, dan punya visi modern,” terang Fahmi. 

Menurut dia, pernyataan itu sekaligus menjadi koreksi halus terhadap kultur yang selama ini hidup dalam organisasi TNI.

Yakni mengandalkan urutan angkatan atau lifting dan masa dinas sebagai salah satu pertimbangan untuk seleksi pimpinan TNI.

Selama ini, hal itu berlaku di TNI. Dengan pernyataan Prabowo, kultur tersebut diharapkan tidak lagi menjadi patokan dalam pengelolaan organisasi TNI.

”Ini koreksi halus terhadap kultur lama yang masih mengandalkan urutan angkatan (lifting) atau masa dinas. Dengan tantangan TNI yang semakin kompleks, pendekatan giliran memang sudah tidak memadai,” ujarnya. 

Sebelumnya, di hadapan ratusan ribu prajurit TNI yang hadir dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya tidak berhenti memerintahkan panglima TNI dan seluruh kepala staf untuk menilai pimpinan-pimpinan di TNI.

Menurut dia, para prajurit yang berada di garda depan berhak untuk menuntut dan memiliki pemimpin terbaik. Sehingga hak tersebut harus dipenuhi oleh TNI agar para prajurit dapat bertugas semakin baik.

”Panglima TNI dan kepala staf terus menerus saya perintahkan menilai pemimpin pemimpin yang ada di TNI. Prajurit kita berhak dan menuntut kepemimpinan yang terbaik, kepemimpinan yang terbaik. Saya memberi izin kepada panglima TNI dan kepala staf dalam rangka seleksi kepemimpinan tidak perlu selalu memperhitungkan senioritas. yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” kata Prabowo. 

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan bahwa TNI memerlukan kepemimpinan terbaik karena TNI harus mempertanggungjawabkan diri kepada rakyat Indonesia.

Untuk itu, dia ingin seluruh unsur pimpinan TNI di setiap tingkatan dan setiap eselon dipastikan merupakan yang terbaik.

Dia meminta para pemimpin TNI tidak sekadar bekerja dan menunaikan tugas, melainkan turut memberi dan menjadi teladan. 

”Semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon, dari setiap tingkatan, harus selalu membina diri dan harus selalu memberi contoh. Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpinan Ing Ngarsa Sung Tuladha, harus memberi contoh di depan. Tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya,” kata dia.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore