Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 14.34 WIB

Butuh Solusi Cepat, Pengamat Nilai Partisipasi Publik Bisa Bantu Perbaiki Tata Kelola MBG

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten, yang diselenggarakan Yayasan Hamim Center Founder (HCF) gunakan rantang atau food tray lokal. (Istimewa)  - Image

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten, yang diselenggarakan Yayasan Hamim Center Founder (HCF) gunakan rantang atau food tray lokal. (Istimewa) 

JawaPos.com - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an menyambut baik diluncurkannya situs Review MBG oleh Indonesia Food Security Review (IFSR). Dengan situs ini, maka orang tua siswa dan masyarakat bisa memberikan ulasan atau timbal balik terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Ali mengatakan, langkah ini akan meningkatkan partisipasi publik terhadap keberlangsungan MBG. Sehingga, program ini bisa semakin baik ke depan.
 
“Ya tentu situs review MBG ini bagus dan manfaat, ini bagian dari partisipasi publik untuk mengawal dan menjaga supaya program MBG bisa berjalan dan terlaksana dengan baik. Jadi informasi soal yang positif soal MBG juga perlu muncul, bukan yang negatif saja,” kata Ali, Jumat (3/10).
 
Ali menuturkan, MBG memiliki cakupan yang sangat besar bagi para siswa. Oleh karena itu, partisipasi publik sangat dibutuhkan agar program bisa berjalan lebih baik.
 
 
Dia merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang mencatat prevalensi stunting masih 19,8 persen. Human Capital Index (HCI) Indonesia pun hanya 0,54, menandakan anak Indonesia baru akan mencapai 54 persen potensi produktivitasnya saat dewasa.
 
“Partisipasi publik untuk kesuksesan program MBG ini penting, sebab MBG kan salah satu fungsinya untuk mengurangi stunting di Indonesia. Bayangkan, dampak stunting ini nyata: penurunan IQ, produktivitas rendah, dan ancaman terhadap bonus demografi. Kalau kita goyah dalam program gizi seperti MBG, kita akan rugi besar di masa depan,” jelasnya. 
 
Ali menyakini program MBG akan digarap serius oleh pemerintah. Sebab, program ini  merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres 2024 dan menjadi strategi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
 
“Dalam pengamatan saya, MBG ini bukan sekadar kebijakan teknokratik, melainkan mandat politik dari rakyat. Kalau ada masalah, solusinya harus ditemukan segera agar program tetap berjalan sesuai target dan sesuai yang diharapkan,” tandasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore