
Golden Time Hampir Habis, Tim SAR Berpacu Selamatkan Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Memasuki hari ketiga, personel SAR gabungan berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang ambruk, Senin (29/9).
Sebab, Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Emi Freezer mengatakan golden time atau periode waktu kritis korban adalah 72 jam.
Jika merujuk pada waktu kejadian ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB, maka golden time korban yang masih terjebak dalam reruntuhan adalah Kamis sore (2/10) besok.
"Target utama yang sedang kami kejar saat ini adalah 15 lokasi. Di mana dari 15 lokasi ini disampaikan ya, delapan berstatus hitam, tujuh berstatus merah (masih ada tanda kehidupan)" tutur Frizer di Posko Darurat, Rabu (1/10).
Enam dari tujuh titik status merah masih belum bisa dijangkau langsung oleh petugas. Upaya yang dilakukan hanya sebatas menyalurkan makanan, minuman, dan oksigen kepada korban yang masih terjebak.
"Dengan kondisi ini, enam posisinya ada di kolom sebelah yang kami belum bisa akses secara langsung. Artinya kami belum bisa touch langsung ke mereka (enam korban yang terhimpun reruntuhan)," imbuhnya.
Sementara itu, dua ekskavator sudah stand by sejak Senin malam (29/9). Namun hingga kini, alat berat tersebut belum digunakan karena dikhawatirkan bisa membuat bangunan di sampingnya ikut roboh.
Personel SAR gabungan pun berusaha menjangkau korban dengan membuat lubang galian pada tanah. Ada tiga zona dalam operasi pencarian hari ketiga, yakni zona A1 (dekat pintu keluar), zona A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama), dan Zona A3 (bagian atas).
"Pada saat kita mengangkat beban pada akses A1 untuk membuat celah agar bisa bekerja lebih maksimal, ternyata berdampak pada bangunan pada sisi runtuhan yang bersambungan dengan gedung di depan," beber Frizer.
Selama periode golden time atau 3 x 24 jam, tim rescue berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pendekatan secara aman kepada korban. Pihaknya berhati-hati agar tidak menimbulkan ambruk susulan.
"Informasi hasil analisis dari ITS ini semua sudah kegagalan struktur, karena satu titik kita colek maka rembetan getaran itu bisa sampai ke semua sektor yang terconnecting dengan bangunan tersebut," tukasnya.
Frizer meminta masyarakat untuk mempercayai kemampuan tim penyelamat agar dapat bekerja maksimal, sehingga berhasil mengevakuasi seluruh korban, baik korban yang masih merespons atau tidak.
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga Rabu siang (1/10), sebanyak 104 orang menjadi korban tragedi ini. Dari jumlah tersebut, 4 dilaporkan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, Rabu (1/10) pukul 17.4 WIB, Tim SAR gabungan terus berjibaku untuk menyelamatkan korban yang masih terjebam.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
