JawaPos.com - Korps Lalui Lintas (Korlantas) Polri untuk pertama kalinya memperingati Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nasional pada 19 September 2025. Melalui peringatan ini, diharapkan menjadi tonggak sejarah upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Lahirnya Hari Keselamatan LLAJ Nasional merupakan implementasi nyata dari Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang selama bertahun-tahun belum sepenuhnya terealisasi. Inisiatif inimendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan dalam 5 pilar RUNK, yakni Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Bappenas, serta lembaga terkait lainnya.
“Peringatan Hari Keselamatan LLAJ Nasional adalah momentum bersama untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, yang hingga kini masih tinggi dan banyak menelan korban dari usia produktif,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Sabtu (20/9).
Polri melalui Korlantas berkomitmen memperkuat edukasi dan penegakan hukum. Sehingga tercipta budaya berlalu lintas.
“Kami akan terus mendorong disiplin berlalu lintas dan menindak pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelas Agus.
Dukungan dari stakeholders tercermin dari pernyataan berbagai pihak. Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya integrasi transportasi dan standar keselamatan.
“Hari Keselamatan LLAJ menjadi pengingat agar setiap kebijakan transportasi menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan komitmennya menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih aman. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
“Desain dan pembangunan jalan harus selalu berorientasi pada keselamatan pengguna,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Kementerian Kesehatan menyoroti aspek penanganan korban kecelakaan. Terutama untuk pertolong pertama kepada korban.
“Kapasitas layanan gawat darurat harus terus ditingkatkan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ungkap Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Dengan hadirnya Hari Keselamatan LLAJ Nasional, Indonesia kini memiliki ruang khusus untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Lebih dari itu, penetapan ini menegaskan keseriusan negara dalam melindungi warganya dari risiko kecelakaan lalu lintas yang berdampak luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi bangsa.