Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 16.29 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Eko dan Bima Menghilangkan Diri Pasca Aksi Demo Agustus

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Wira Satya Triputra. (Dery Ridwamsah/ JawaPos.com) - Image

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Wira Satya Triputra. (Dery Ridwamsah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nama Eko Purnomo dan Bima Permana Putra masuk dalam 2 di antara 4 orang hilang dalam aksi demo Agustus lalu. Tim Khusus Gabungan Polda Metro Jaya berhasil menemukan Eko dan Bima di daerah berbeda. Polisi juga mengungkap alasan di balik hilangnya kedua pemuda tersebut. Mereka menghilangkan diri dengan maksud ingin hidup mandiri. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menyampaikan bahwa pihaknya menemukan Bima di wilayah Malang, Jawa Timur (Jatim). Berdasar laporan yang masuk ke Polsek Cikarang Selatan pada 6 September lalu, Bima pamit kepada keluarganya pergi ke Glodok pada 31 Agustus lalu. 

"Berdasarkan hasil komunikasi kami dengan saudara Bima diketahui bahwa pada 1 September 2025 saudara Bima berangkat menuju ke Malang, Jawa Timur. Hal tersebut atas keinginan sendiri dengan menggunakan sarana sepeda motor. Dalam perjalanannya saudara Bima sempat menjual kendaraannya di daerah Tegal," terang Wira kepada awak media. 

Usai menjual sepeda motornya, Bima melanjutkan perjalanan dari Tegal ke Malang menggunakan kereta api. Setibanya di Malang, Bima tinggal di hotel dan memulai aktivitas berjualan mainan barongsai di Kawasan Kelenteng Lama. Pada 17 September, Polda Metro Jaya berhasil menemukan Bima di lokasi pemuda tersebut berjualan. 

"Dari hasil komunikasi kami dengan saudara Bima, beliau menyampaikan bahwa alasan kepergian meninggalkan rumah, hal tersebut dikarenakan karena beliau ingin hidup mandiri," ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Siber (Dirresiber) Polda Metro Jaya Kombes Roberto G. M. Pasaribu menyampaikan bahwa Eko dilaporkan hilang pada 3 September lalu. Laporan tersebut dibuat ke Polsek Cempaka Putih. Selain itu, teman-teman Eko juga membuat laporan melalui hotline salah satu pengaduan KontraS pada 4 September. 

Selang beberapa hari, pada 8 September Eko disebut sudah bisa dihubungi dan meminta laporan pengaduan atas nama dirinya dicabut. Namun demikian, pihak keluarga yang merasa belum bisa berkomunikasi dengan Eko memutuskan untuk membuat laporan tambahan ke Polsek Johar Baru pada 10 September. Sehingga pada 16 September, Eko menghubungi keluarganya. 

"Dan juga pada tanggal 17 September 2025, laporan mengenai hilangnya saudara Eko sudah dicabut oleh ibunda dari Saudara Eko di Polsek Johar Baru. Adapun alasan Saudara Eko sampai ikut naik kapal bekerja untuk mencari nafkah dalam hal ini untuk kehidupan sendiri dan ingin hidup secara mandiri," jelasnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore