
Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha. (Istimewa)
JawaPos.com–Presiden Prabowo Subianto melantik Ahmad Dofiri menjadi penasihat khusus presiden bidang keamanan dan ketertiban masyarakat dan reformasi Kepolisian.
Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha menyebut, Presiden Prabowo sangat tepat memberikan amanah tersebut kepada Ahmad Dofiri. Ahmad Dofiri mempunyai kemampuan dalam hal menanggani Kamtibmas, apalagi tentang reformasi kepolisian.
”Ini sungguh tepat. Ahmad Dofiri mempunyai komitment dalam dua hal tersebut. Integritasnya tidak perlu di ragukan lagi. Rekam jejak Ahmad Dofiri di kepolisian merupakan peraih Adhymakayasa. Saya percaya Ahmad Dofiri tak punya catatan yang aneh selama berdinas,” ungkap Abdul Rachman Thaha.
Menurut Abdul Rachman Thaha, ini merupakan kesempatan atau momentum bagi Ahmad Dofiri untuk mereformasi kepolisian. Pihaknya ingin memberikan masukan dan mengingatkan Ahmad Dofiri bahwa ini merupakan respons atas realitas sejak reformasi 1998. Polri sudah dilakukan reformasi struktural dengan pemisahan institusi kelembagaan antara TNI dan Polri.
”Saya banyak berdiskusi dengan Ahmad Dofiri saat menjabat Kabaintelkam. Saya ingin jangan hanya reformasi struktural tapi yang paling terpenting reformasi kultural institusi kepolisian,” tandas Abdul Rachman Thaha.
”Masalah kultural internal Polri. Reformasi selama ini belum menyentuh reformasi kultural Polri,” imbuh dia.
Akibatnya menurut dia, masih terlibat anggota Polri dalam ranah atau ruang-ruang politik ikut cawe-cawe hingga muncul istilah Partai Coklat. Selain itu, akuntabilitas kinerja Polri masih diragukan.
”Juga masih ada oknum Polri menjadi backing berbagai usaha terutama sumber daya alam yang pada akhirnya menimbulkan berbagai bencana alam di daerah yang menyengsarakan rakyat,” tutur Abdul Rachman Thaha.
Dia menambahkan, system perekrutan anggota Polri juga perlu disempurnakan. Praktek-praktek biaya siluman saat masuk sekolah para bintara bahkan perwira. Termasuk dugaan jual beli jabatan.
”Saya menganggap bahwa reformasi kultural saat ini sangat utama untuk internal Polri. Jangan sampai aspek reformasi kultural ini gagal. Ahmad Dofiri harus berani ambil sikap terhadap reformasi kultural,” papar Abdul Rachman Thaha.
”Kita tidak menyalahkan institusi Polri. Niat Presiden Prabowo sangat baik terhadap negeri ini, sehingga institusi kepolisian ini perlu dibenahi sebagai simbol negara demokrasi,” imbuh dia.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
