
Rumah Bayan Ali Muhammad, mahasiswa UIII Depok, di Gaza yang luluh lantak akibat serangan Israel. (Dok. Pribadi Bayan Ali)
JawaPos.com - Bangunan rumah khas timur tengah itu sudah hancur lebur, hanya tersisa reruntuhan dan bongkahan-bongkahan batu yang tercecer di sana. Tiang-tiang yang tertancap tampak bengkok dengan besi yang menonjol di atasnya.
Begitulah kondisi rumah Bayan Ali Muhammad Hassan di Jalan Annashr, Gaza Utara, Palestina, yang ikut terdampak akibat genosida dari Israel terhadap negeri tersebut.
Bayan yang lebih akrab disapa Abu Ali itu kini telah meninggalkan kampung halamannya dan berkuliah magister di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, Jawa Barat.
Abu Ali mengatakan, posisi rumahnya yang kini hancur itu berada dekat dengan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. "Saya dulu belajar S1 di University Al-Azhar di Gaza city," tuturnya kepada JawaPos.com, Kamis (18/9).
Tak hanya rumahnya yang hancur, toko tempatnya mencari nafkah dengan berjualan parfum juga turut luluh lantak akibat serangan tak adil dari Israel.
Bangunan rumah khas timur tengah itu sudah hancur lebur, hanya tersisa reruntuhan dan bongkahan-bongkahan batu yang tercecer di sana. (dok. pribadi Abu Ali)
"Saya punya bisnis parfum di Gaza dan toko saya sudah hancur," kata Abu Ali.
Dalam foto yang dikirimkannya kepada JawaPos.com, terlihat hanya sisa-sisa perabotan yang menggunung di atas bongkahan batu yang sudah hampir menjadi pasir.
Sebelumnya, dalam sela upacara penyambutan mahasiswa baru di UIII Abu Ali menyampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar cita-cita pribadi, melainkan juga tali harapan. Datang dari Gaza, Palestina, sebuah tempat di mana kehidupan sehari-hari terinspirasi dengan perjuangan dan inspirasi, ia memilih untuk menempuh mimpinya di UIII.
Saat ini, dia resmi terdaftar di Fakultas Studi Islam, Program Magister Takhassus Turath (Kajian Islam Klasik).
"Saya memilih program ini karena melanjutkan jalur akademik yang saya mulai di Universitas Al-Azhar Gaza, tempat saya lulus dari Fakultas Pendidikan dengan fokus pada Studi Islam," ungkap Bayan.
Ia menceritakan setelah melakukan penelitian, menemukan informasi bahwa UIII menyediakan lingkungan akademik yang mendukung. Kemudian didukung dengan dosen-dosen yang berkompeten serta kurikulum yang komprehensif
Bagi Abu Ali, kampus UIII bukan sekadar institusi akademik. Lebih dari itu, UIII adalah ruang harapan, tempat ia ingin memperkuat keterampilan akademik dan kemampuan berpikir kritis. Di kampus UIII Bayan juga ingin menumbuhkan suaranya sebagai seorang cendekiawan meski berasal dari tanah air yang penuh kesulitan.
"Saya yakin belajar di UIII akan membuat saya lebih produktif dalam menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah," katanya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
