
Kemenko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kemenkes tangani kasus cacingan pada dua balita di Bengkulu. (dok. Humas Kemenko PMK)
JawaPos.com – Pemerintah lagi-lagi kecolongan. Dua balita di Bengkulu dilaporkan mengalami kondisi yang sama dengan almarhumah Raya, balita asal Sukabumi, Jawa Barat, yang mengalami cacingan akut.
Dua balita kakak beradik warga Desa Sungai Petai, Kabupaten Seluma, Bengkulu ini tengah dirawat intensif di rumah sakit. KA, 1 tahun 8 bulan, sedang dirawat di RSUD dr. M. Yunus, sedangkan AA, 4, tengah mendapat perawatan di RSU Ummi Bengkulu.
Keduanya diketahui menderita cacingan parah saat KA demam dan batuk. Hingga kemudian keluar cacing dari mulut dan hidungnya.
Orang tuanya pun langsung membawanya ke RSUD Tais, Minggu (14/9) untuk mendapat perawatan. Di sana, pihak rumah sakit pun melakukan observasi lebih lanjut hingga diketahui sang kakak, AA, pun mengalami kondisi yang sama.
Hasil rontgen menunjukkan ada bercak telur dan larva cacing di paru-paru. Sedihnya, ditemukan pula gumpalan cacing di usus. Karena jumlahnya yang sudah menumpuk banyak, operasi jadi satu-satunya opsi untuk mengeluarkan cacing-cacing tersebut.
Oleh sebab itu, keduanya akhirnya dirujuk ke rumah sakit lebih besar di Kota Bengkulu. Merespons kondisi ini, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan pemerintah daerah telah mengunjungi kedua kakak beradik tersebut pada Selasa (16/9).
"Kedua anak telah ditangani secara medis dan terus dipantau perkembangan kondisinya di rumah sakit," Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan, Kemenko PMK, Linda Restaningrum dalam keterangannya Rabu (17/9).
Dari kunjungan tersebut, lanjut dia, keduanya didiagnosa bronkopneumonia, anemia, gizi buruk, serta infeksi cacing Ascaris. Dipastikan, keduanya sudah diberikan terapi obat serta perawatan intensif sesuai arahan dokter spesialis.
Linda menegaskan, bahwa pemerintah telah merespons cepat kondisi ini. Tidak hanya sebatas aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh akar persoalan di hulu, yakni tingkat keluarga dan lingkungan.
"Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dengan melibatkan BAZNAS, segera berkolaborasi untuk bedah rumah dan perbaikan sanitasi," jelasnya. Selain itu, imbuh dia, BKKBN melalui program orang tua asuh juga telah mendapatkan orang tua asuh bagi kedua anak tersebut.
Dengan penanganan lintas aspek ini diharapkan kondisi kasus serupa dapat dicegah. Selain itu, kualitas hidup masyarakat di daerah juga bisa terus meningkat.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
