Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 17.29 WIB

Buru-Buru Pidato di Pesantren, Menko Zulhas Dipanggil untuk Agenda Hak Prerogatif Presiden, Bakal Ada Pelantikan Menteri Baru?

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berpidato di Rapat Kerja Gerakan Ayo Mondok di Jakarta (17/9) sebelum pergi untuk agenda hak prerogatif Presiden. (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berpidato di Rapat Kerja Gerakan Ayo Mondok di Jakarta (17/9) sebelum pergi untuk agenda hak prerogatif Presiden. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Isu reshuffle atau pelantikan menteri baru kembali mencuat. Ada kabar bahwa hari ini, Rabu (17/9) Presiden Prabowo Subianto akan melantik menteri baru. Pasalnya, saat ini ada dua kursi menteri yang sedang lowong.

Tanda-tanda ada agenda reshuffle menteri muncul dalam pidato Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Rapat Kerja Gerakan Ayo Mondok di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta hari ini, Rabu (17/9).

Dia sejatinya ingin ngobrol lama dengan para pengasuh pesantren. Karena banyak program kerja pemerintah yang bersinggungan dengan pesantren.

"Saya ingin diskusi banyak, tapi karena saya pembantu Presiden nunggu perintah. Ada acara penting yang terkait hak prerogatif Presiden," kata Zulhas.

Apakah agenda itu terkait dengan reshuffle atau pelantikan menteri baru? Dia mengatakan bisa diikuti langsung lewat media massa.

Seperti diketahui, saat ini ada dua jabatan menteri yang masih kosong. Yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang sebelumnya dijabat oleh Dito Ariotedjo. Kemudian kursi Menko Polkam yang sebelumnya diisi Budi Gunawan juga kosong.

Dalam pidatonya, Zulhas mengatakan pesantren punya peran penting. Baginya Indonesia tidak bisa merdeka tanpa peran pesantren. Maka saat ini ketika Indonesia sudah merdeka, pesantren harus ikut mengisi kemerdekaan.

Dia menjelaskan dua program yang bersinggungan dengan pesantren, yaitu makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Zulhas mengatakan, siswa atau santri pesantren juga harus dapat MBG. "Nanti dapurnya di pesantren. Tidak perlu buat dapur baru," katanya. Apalagi jika santrinya banyak.

Selain itu pesantren juga dianjurkan membuka koperasi. Seperti keberadaan koperasi Merah Putih.

Zulhas menegaskan, lewat koperasi Merah Putih itu, Presiden Prabowo ingin menggerakkan ekonomi di tingkat desa. "Memotong rantai distribusi yang panjang. Serta menghindari adanya tengkulak," paparnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore